Papua

Penyerapan Anggaran Dinilai Lambat

Kompas.com - 11/09/2011, 10:25 WIB

MERAUKE, KOMPAS.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Merauke akan memanggil pihak Pemerintah Kabupaten Merauke, Papua, untuk meminta penjelasan penyerapan APBD Merauke tahun 2011 yang dinilai lamban. Tidak optimalnya penyerapan anggaran APBD 2011 dinilai merugikan masyarakat.

Anggota DPRD Merauke, Heni Suparman, menuturkan, Senin (12/9/2011) besok seluruh Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Kabupaten Merauke akan dipanggil untuk rapat dengar pendapat dengan DPRD Merauke.

Pihak DPRD akan menanyakan dan mengonfirmasi sejauh mana penyerapan anggaran APBD 2011 dan kemajuan proyek-proyek infrastruktur dan program-program pembangunan.

Menurut Heni, penyerapan anggaran APBD 2011 terasa lamban. Padahal, tahun anggaran 2011 menyisakan empat bulan lagi. Kondisi itu merugikan masyarakat karena dana-dana daerah tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk pembangunan. APBD Merauke tahun 2011 mencapai sekitar Rp 1,2 triliun.  

”Beberapa proyek infrastruktur bahkan sampai kini terlihat belum selesai, bahkan baru dimulai. Misalnya jalan menuju Distrik Naukenjerai sampai sekarang tidak selesai-selasai. Kami akan minta penjelasan apa hambatanya sehingga penyerapan anggaran tidak maksimal,” katanya di Merauke.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau