DENPASAR, KOMPAS.com — Pelabuhan Tanah Ampo di Karangasem, Bali, yang merupakan pelabuhan khusus kapal pesiar di Indonesia, sampai saat ini belum dapat digunakan secara optimal karena dermaga terlalu pendek.
Kepala Dinas Perhubungan, Informasi, dan Komunikasi Bali Made Santha, Minggu (11/9/2011), mengatakan, penambahan panjang dermaga sebanyak 70 meter saja sudah cukup untuk mengoptimalkan pelabuhan itu.
Pelabuhan Tanah Ampo saat ini memiliki dermaga dengan panjang 154 meter. Padahal, dari 190 kapal pesiar yang mendaftar untuk datang ke Tanah Ampo pada 2011 ini, 38 kapal di antaranya memiliki panjang lebih dari 200 meter. Oleh karena itu, panjang dermaga harus lebih dari 300 meter supaya kapal aman ketika bersandar. "Menambah 70 meter dulu sudah bagus, apalagi kalau dua kali lipatnya," kata Santha.
Berdasarkan catatan Kompas, Bupati Karangasem I Wayan Geredeg pernah mengatakan, penambahan panjang dermaga dari 154 meter menjadi 350 meter akan membutuhkan dana sekitar Rp 200 miliar. Dana tersebut berasal dari pemerintah pusat.
Pelabuhan Tanah Ampo terletak di Bali bagian timur. Dengan adanya pelabuhan ini, wisatawan tidak akan terkonsentrasi di kawasan selatan yang sudah padat. Selama ini, kapal pesiar bersandar di Pelabuhan Benoa, Denpasar. Padahal, kawasan tersebut dekat dengan Kuta, Nusa Dua, Jimbaran, dan Denpasar yang sudah padat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang