70 Meter untuk Tanah Ampo Sudah Cukup

Kompas.com - 11/09/2011, 18:35 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Pelabuhan Tanah Ampo di Karangasem, Bali, yang merupakan pelabuhan khusus kapal pesiar di Indonesia, sampai saat ini belum dapat digunakan secara optimal karena dermaga terlalu pendek.

Kepala Dinas Perhubungan, Informasi, dan Komunikasi Bali Made Santha, Minggu (11/9/2011), mengatakan, penambahan panjang dermaga sebanyak 70 meter saja sudah cukup untuk mengoptimalkan pelabuhan itu.

Pelabuhan Tanah Ampo saat ini memiliki dermaga dengan panjang 154 meter. Padahal, dari 190 kapal pesiar yang mendaftar untuk datang ke Tanah Ampo pada 2011 ini, 38 kapal di antaranya memiliki panjang lebih dari 200 meter. Oleh karena itu, panjang dermaga harus lebih dari 300 meter supaya kapal aman ketika bersandar. "Menambah 70 meter dulu sudah bagus, apalagi kalau dua kali lipatnya," kata Santha.

Berdasarkan catatan Kompas, Bupati Karangasem I Wayan Geredeg pernah mengatakan, penambahan panjang dermaga dari 154 meter menjadi 350 meter akan membutuhkan dana sekitar Rp 200 miliar. Dana tersebut berasal dari pemerintah pusat.

Pelabuhan Tanah Ampo terletak di Bali bagian timur. Dengan adanya pelabuhan ini, wisatawan tidak akan terkonsentrasi di kawasan selatan yang sudah padat. Selama ini, kapal pesiar bersandar di Pelabuhan Benoa, Denpasar. Padahal, kawasan tersebut dekat dengan Kuta, Nusa Dua, Jimbaran, dan Denpasar yang sudah padat. 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau