PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - PT Timah mendesak pemerintah dan polisi menertibkan ambang timah apung di Bangka Barat. Penertiban itu sebagai kompensasi atas pengusiran kapal isap pasir timah dari sejumlah perairan di Bangka Barat.
Kepala Humas PT Timah Wirtsa Firdaus mengatakan, PT Timah mendapat kuasa pertambangan (KP) yang sah di perairan Kecamatan Parit Tiga, Bangka Barat. Karena itu PT Timah berhak menambangnya antara lain dengan kapal isap atau kapal keruk pasir timah.
Ada tuntutan kapal isap tidak boleh beroperasi di Parit Tiga. Kalau tuntutan itu dipenuhi, kami meminta tambang apung ditertibkan juga, ujarnya di Pangkal Pinang, Minggu (11/9/2011).
Tambang timah apung itu beroperasi di dekat pantai. PT Timah mengklaim, tambang timah apung itu beroperasi di wilayah KP mereka. Tidak satupun tambang itu punya izin dan kontribusinya tidak jelas, ujarnya.
PT Timah menawarkan jalan tengah jika pemerintah dan polisi tidak mau menertibkan tambang timah apung di Parit Tiga. Seluruh hasil tambang apung itu harus dijual ke PT Timah, bukan ke pihak lain. Kami akan membeli sesuai harga pasar. Hak masyarakat untuk mendapat penghasilan terpenuhi, hak dan kewajiban untuk menambang dan menyetor pada negara juga terpenuhi, ujarnya.
Wirtsa juga mengatak an, polisi diharapkan proaktif terkait dugaan penjarahan di kapal Indosiam Phuket, Kamis (8/9). Penjarahan itu terjadi menyusul aksi massa sejak Kamis dini hari di Desa Teluk Limau, Kecamatan Bangka Barat. Pada Kamis siang, massa mendekati tiga kapal isap dengan 20 perahu. Dua kapal isap lolos. Namun, KIP Indosiam Phuket dinaiki massa, ujarnya
Massa menjarah 49 karung pasir timah dengan berat total 2.450 kilogram. Massa juga mengambil GPS dan beberapa telepon seluler mili k awak kapal. Dengan harga pasir timah rata-rata Rp 90.000 per kilogram, kerugian minimal Rp 220 juta. Kami berharap polisi segera menindak penjarah, ujarnya.
Sementara Kepala Polres Bangka Barat Ajun Komisaris Besar Solihin mengatakan, belum ada laporan dari pihak yang dirugikan dalam insiden itu. Polisi juga masih memprioritaskan penjagaan keamanan di Parit Tiga. Situasi semakin kondusif dan kami bersama masyarat berusaha menjaganya tetap demikian, tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang