Pemilukada dki 2012

Nono Sampono Bicara Masalah Banjir dan Macet

Kompas.com - 12/09/2011, 12:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski masih mencari dukungan, Nono Sampono sudah menyiapkan sejumlah program jika nanti maju sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta 2012. Salah satunya tentu saja banjir dan macet.

"Membangun Jakarta itu harus sesuai kebutuhan. Gubernur tidak hanya atasi macet. Masih banyak yang harus diatasi," kata mantan Komandan Paspampres di era Gus Dur dan Megawati tersebut di Jakarta, Senin (12/9/2011).

Untuk masalah macet, dia menuturkan memiliki strategi, yakni meningkatkan kualitas dan kuantitas angkutan umum, seperti bus transjakarta. Kemudian peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur transportasi, seperti mass rapid transit (MRT). Selanjutnya, pengendalian kendaraan-kendaraan pribadi dengan menekan laju produksi kendaraan. Yang paling utama adalah masyarakat diajak serta untuk disiplin melalui sejumlah media.

"Kedisiplinan itu kunci utama. Selain itu, memandang masalah tadi harus diselesaikan dengan sebuah konsep yang komprehensif," ujarnya.

Untuk masalah banjir, dia menyarankan peningkatan infrastruktur, seperti saluran dan drainase difungsikan dengan baik. Selanjutnya adalah pengendalian sampah merupakan hal yang penting.

"Tentu masalah banjir berhubungan dengan resapan air. Agar resapan air baik, dapat dilakukan dengan memperbesar hutan kota, taman kota, dan pengendalian permukiman," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau