JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Priyo Budi Santoso berharap tidak ada yang bermain dalam kasus kerusuhan di Ambon pada hari Minggu lalu. Masalah ini akan menjadi pertanyaan untuk aparat intelijen.
"Saya tidak ingin mengatakan di situ ada yang bermain. Jika terjadi (ada yang bermain), itu jahat sekali," kata Priyo, Senin (12/9/2011) di Gedung MPR/DPR/DPD.
Pernyataan itu disampaikan Priyo untuk menanggapi pertikaian antarwarga di Ambon. Peristiwa yang menyebabkan lima oang tewas dan 67 warga luka itu dipicu oleh meninggalnya Darfin Saimen (32), tukang ojek asal Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Sabtu (10/9/2011) sekitar pukul 21.45.
Priyo berharap, tidak ada pihak yang mencoba mengambil risiko dengan bermain di air keruh dalam peristiwa itu. Intelijen juga harus mengedepankan cegah tangkal dan cegah dini, terutama di daerah pascakonflik seperti Ambon.
Untuk mencari tahu mengapa pertikaian antarwarga kembali terjadi di Ambon, lanjut Priyo, DPR melalui Komisi I DPR akan segera memanggil sejumlah pihak terkait, seperti Kepala BIN, TNI, dan Polri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang