Penyalahgunaan narkoba

Bupati Torey Divonis 8 Bulan Penjara

Kompas.com - 12/09/2011, 14:24 WIB

MANOKWARI, KOMPAS.com — Bupati Teluk Wondama Alberth H Torey dijatuhi vonis kurungan delapan bulan atas kasusnya, yakni penyalahgunaan narkoba.

Sidang vonis Alberth H Torey, Senin (12/9/2011), berjalan lancar. Pengamanan di kantor Pengadilam Negeri Manokwari diperketat, dan setiap mobil yang masuk ke halaman kantor PN Manokwari harus diperiksa lebih dulu.

Sekitar pukul 10.00, sidang dimulai yang dipimpin hakim ketua Cita Savitri. Hakim membacakan kronologi, tuntutan, dakwaan yang meringankan ataupun memberatkan, hingga vonisnya.

Dalam vonisnya, Torey dikenakan dakwaan subsider, yakni telah menyalahgunakan narkoba, sementara tuntutan primernya sebagai pemilik dan menyimpan sabu tidak terbukti.

Oleh karena itu, Totey hanya dikenai hukuman penjara delapan bulan dan akan dipotong masa tahanan sekitar lima bulan. Sementara sisa hukuman selama tiga bulan disarankan untuk dihabiskan di tempat rehabilitasi. Sebab, hukuman yang dijatuhkan bukan bentuk balas dendam, tetapi untuk memberi efek jera.

Setelah persidangan, kuasa hukum Torey, Sattu Pali, mengatakan akan pikir-pikir lebih dulu dengan putusan hakim. Kliennya belum bisa memberi jawaban akan menerima vonis atau akan banding.

"Kalau kami menerima, kami ingin tidak dipenjara, tapi Pak Torey masuk ke tempat rehabilitasi. Berapa lama di sana juga akan dilihat dulu," katanya.

Diketahui bahwa Torey dan istrinya keduanya, Vivien Susilowati, tertangkap saat mengonsumsi sabu serta kedapatan menyimpan 0,89 gram sabu di rumahnya, di Manokwari, Papua Barat, 1 April 2011. Torey pernah mengakui hanya memakai dan sudah ingin berhenti. Sidang kasus ini sempat tiga kali tertunda, dan akhirnya vonis dijatuhkan juga. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau