BEKASI, KOMPAS.com — Sebuah mesin anjungan tunai mandiri (ATM) milik Bank BNI 46 di Graha Kresna Pratama, Blok I1, Jalan Sangata, Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi, dibobol kawanan perampok, Senin (12/9/2011) dini hari.
Petugas Teknisi Listrik Graha Kresna, Misno (42), di lokasi kejadian, Senin, mengatakan, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 00.50 dengan jumlah pelaku sekitar lima orang.
"Pelaku menyekap Sumaryo, satpam yang bertugas malam tadi, dan pelaku berhasil menguras uang di dalam mesin ATM," katanya.
Menurut Sumaryo, kata dia, pelaku membawa kabur uang tunai Rp 339 juta dengan cara merusak mesin ATM dan mengelabui kamera pemantau di dalam ruangan itu.
"Pelakunya menyemprotkan cat ke kamera CCTV yang ada di dalam ruangan dan menjebol mesin, sedangkan Sumaryo disekap pelaku di area kolam renang," katanya.
Perampokan diketahui sekitar pukul 02.00 setelah Sumaryo berteriak minta tolong dan didengar warga. Sumaryo langsung ditolong warga dengan melepaskan ikatan lakban di tangan, mulut, dan kakinya.
"Saat itu warga yang tinggal tepat di depan TKP mendengar suara seperti orang sedang mengigau. Saat dicek, ternyata adalah Sumaryo," katanya.
Sumaryo berhasil dilumpuhkan pelaku saat dia sedang tidur. Kemudian dia mendengar suara orang berjalan, dan tiba-tiba ada lima orang yang membangunkan dan langsung menodong serta menyekapnya.
"Kami tidak tahu apakah pelakunya membawa mobil atau motor. Yang jelas, mesin ATM terbuka di bagian penyimpanan uang," katanya.
Misno mengatakan, pelaku tidak diketahui apakah membawa senjata api saat beraksi. Namun, kesaksian Sumarno diketahui korban membawa sebuah besi panjang.
"Saat Sumarno melepas ikatan di matanya, dia melihat ada sebuah besi mirip dengan per mobil yang disimpan pelaku di meja tempat dia disekap," katanya.
Hingga kini kasus itu tengah dalam penanganan Polresta Bekasi Kota.