Pilkada babel

PKS dan PBB Batal Koalisi

Kompas.com - 12/09/2011, 15:55 WIB

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com- Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Bulan Bintang hampir dipastikan gagal berkoalisasi dalam pemilihan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Padahal, waktu pendaftaran kurang dari dua bulan lagi.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah PKS Ridwan Thalib mengatakan, sebelumnya ada komunikasi intensif dengan PBB. PKS akan mengajukan dirinya, sementara PBB mengusung Yusron Ihza Mahendra. Namun, komunikasi itu putus begitu saja.

"Pak Yusron tahu-tahu tidak berkomunikasi lagi dengan kami," ujarnya di Pangkal Pinang, Senin (12/9/2011). Karena itu PKS akan memilih bergabung dengan partai lain.

Diharapkan, pertengahan Oktober sudah ada kepastian. Pasalnya, pendaftaran pasangan calon gubernur akan dibuka akhir Oktober 2011. PKS dipastikan tidak bisa maju sendiri. Partai itu hanya mendapat lima dari 45 kursi di DPRD Kepulauan Bangka Belitung. Untuk bisa mengusung pasangan calon sendiri, partai atau gabungan partai harus punya minimal tujuh kursi di DPRD Kepulauan Bangka Belitung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau