Wayang Golek, Busana Nasional Miss Universe Terbaik

Kompas.com - 12/09/2011, 17:48 WIB

KOMPAS.com - Puteri Indonesia 2010, Nadine Alexandra Dewi Ames (20) tak hentinya mencuri perhatian juri dan masyarakat sepanjang mengikuti karantina Miss Universe 2011. Busana nasional bertema "The Beauty of Wayang Golek" menjadi salah satu daya tarik Nadine. Perempuan kelahiran Inggris, 23 Mei 1991 ini, sumringah ketika mengetahui busana "Wayang Golek" masuk sebagai nominasi "The Best National Costume Miss Universe 2011".

"Saya berharap busana nasional 'Wayang Golek' bisa terpilih menjadi busana nasional terbaik dalam ajang Miss Universe 2011," papar Nadine bersemangat, seperti disampaikan Mega Angkasa, Public Relations Manager Yayasan Puteri Indonesia, melalui surat elektronik yang diterima Kompas Female, Senin (12/9/2011).

Mega bertemu langsung dengan Nadine dalam kegiatan "Meet and Greet Family and Friend", Minggu (11/9/2011) di Sao Paulo Brasil. Acara "Meet and Greet" merupakan penutupan kegiatan gladi bersih untuk malam Grand Final Miss Universe 2011.

Pada kesempatan ini, Nadine tak hanya beramah-tamah dengan Mega dan Wardiman Djojonegoro (Ketua Yayasan Puteri Indonesia). Setelah mengikuti karantina selama tiga minggu, Nadine juga berkesempatan temu kangen dengan orangtuanya Clive Ames dan Noer Ames, serta kakak dan teman yang sengaja terbang dari London juga Boston, khusus untuk menemuinya dan memberikan dukungan.

Busana kreasi anak negeri
Busana nasional dari Indonesia, "The Beauty of Wayang Golek" merupakan rancangan Guruh Soekarno Putra yang diproduksi oleh Guruh Soekarno Persada Batik and Craft. Sementara ide awal dan pemilihan tema busana Wayang Golek ini berasal dari masukan para pemerhati pageants di Indonesia, yang bergabung di komunitas Indopageants.

Nadine mengenakan bustier yang dibuat dari bahan velvet merah dan ditaburi kristal swarovski. Sementara bagian bawahnya adalah rok panjang batik bermotif parang barong yang telah dimodifikasi dari gaya wayang golek.

"Kami membuat velvet warna hitam dan merah dimana nantinya disesuaikan dengan kebutuhan Nadine. Untuk motif parang barong sendiri, koleksi ini milik Mas Guruh pribadi yang usianya sudah lawas. Mungkin lebih tua batiknya daripada Mas Guruh," kata Djodi, mewakili Guruh Soekarno Persada, dalam konferensi pers di Taman Sari Royal Heritage, Jakarta, pertengahan Agustus lalu.

Disukai warga dunia

Rupanya, busana nasional Nadine tak hanya mencuri perhatian tim juri. Warga dunia juga terpukau dengan busana wayang golek yang eksotik, modern namun kental tradisi ini.

Seperti dikutip Warta Kota, hasil jajak pendapat situs www.nbc.com/pageant-life/photos/national-costume menunjukkan data, Nadine menduduki urutan ketiga dalam kategori national costume. Kabar tersebut tersiar lewat situs yang bersangkutan. Hasil ini bertahan hingga akhir pekan lalu. Kontestan asal Asia merajai empat besar voting ini. Urutan pertama Miss Philippines, lalu Miss Thailand, Miss (Puteri) Indonesia, Miss Vietnam, dan yang kelima Miss Trinidad-Tobago.

Prestasi Nadine ini akan terbukti dalam hitungan jam pada malam Grand Final Miss Universe 2011. Anda bisa mengetahui pilihan juri pada 12 September 2011, pukul 22:00 waktu Sao Paulo, Brasil, disiarkan langsung oleh NBC.

Tayangan Grand Final Miss Universe 2011 juga dapat disaksikan langsung di Starword Indonesia pada Selasa, 13 September 2011 pukul 09:00. Untuk tayangan tunda dapat disaksikan di Indosiar Pukul 21.30 WIB.

Beri skor 10 untuk Indonesia

Keberhasilan Nadine juga bisa terwujud dengan partisipasi Anda, di Indonesia. Caranya sederhana, kunjungi website resmi Miss Universe di www.missuniverse.com. Lalu klik Vote for a semifinalist! Kemudian pilih kontestan Indonesia, Nadine Alexandra Dewi Ames, klik Vote. Masukkan email Anda dan lakukan verifikasi dengan menulis kode yang tertera. Pilih skor 10 untuk menunjukkan dukungan penuh terhadap Nadine yang mewakili Indonesia, lalu klik Submit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau