Ratusan Film Antikorupsi Dibuat di Indonesia

Kompas.com - 12/09/2011, 18:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 174 film bertema anti-korupsi dibuat di Indonesia dalam sebulan terakhir (12 Juli-14 Agustus).

Agus Sarwono dari Club Indonesia Bersih di Jakarta, Senin (12/9/2011) mengabarkan, ratusan film anti-korupsi dibuat membuktikan antusiasme masyarakat melawan korupsi. 

"Pemberantasan korupsi selama hampir satu dekade telah membangkitkan harapan kita tentang Indonesia bersih dan rakyat yang sejahtera. KPK sebagai motor pemberantasan korupsi di negeri ini tidak saja telah memenjarakan koruptor, tapi juga berhasil menyelamatkan tidak sedikit uang negara hasil kejahatan korupsi," kata Agus.

Upaya sungguh-sungguh KPK ini jelas telah mendorong masyarakat sipil dan dunia internasional untuk memberikan dukungannya. Antusiasme masyarakat terhadap perang melawan korupsi salah satunya tercermin dalam "Lomba Ide Cerita Film Antikorupsi" yang berlangsung saat ini.

Terkumpul sebanyak 174 cerita film HANYA dalam satu bulan masa penerimaan karya. Bahkan setelah tenggat (deadline), kata Agus, karya-karya dari publik masih terus berdatangan.

Dewan juri yang terdiri dari unsur KPK, DPR, scriptwriter, film maker, dan LSM antikorupsi akhirnya memilih 4 karya terbaik yang nantinya menjadi bahan dasar film pendek antikorupsi yang akan diproduksi akhir tahun ini.

Inaugurasi lomba penulisan cerita film anti-korupsi akan diadakan di Gedung KPK, Selasa (13/9/2011). 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau