Gula

APTRI Perkirakan Produksi Gula Hanya 2,1 Juta Ton

Kompas.com - 12/09/2011, 19:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Target swasembada gula nasional pada 2014 bakal sulit diwujudkan. Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) memperkirakan produksi gula tahun ini hanya mencapai 2,1 juta ton, atau turun 2,3 juta ton dibandingkan dengan 2010.

Hal itu diungkapkan Wakil Sekretaris Jenderal APTRI M Nur Khabsyin, Senin (12/9/2011) di Jakarta.

Nur Khabsyin mengatakan, produksi tebu per hektar mengalami penurunan rata-rata 20-30 persen.  Produksi per hektar rata-rata 60-70 ton tebu,  jauh di bawah tahun lalu yang bisa mencapai 80-90 ton tebu per hektar.

Penurunan ini disebabkan anomali iklim yang pada awal tanam sampai menjelang giling bulan Mei 2011, yang mengakibatkan curah hujan sangat tinggi. Akibatnya, tebu tidak bisa tumbuh dengan maksimal.

Sementara itu rendemen  rendah pada awal giling hanya  5 - 6 persen. Pada pertengahan Juni 2011 mulai tidak ada hujan sampai sekarang bahkan terjadi kekeringan, sehingga banyak tebu yang berbunga dan kering.

Akibatnya berat tebu menjadi turun. Sesuai taksasi Maret 2011 sebelum giling, target produksi gula adalah 2,7 juta ton. Namun pada bulan Juli 2011 target diturunkan menjadi 2,5 juta ton.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau