Bocah Korban Terseruduk Transjakarta Dioperasi Malam Ini

Kompas.com - 12/09/2011, 20:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kondisi bocah korban yang tertabrakan transjakarta, M Zaki (10), belum menunjukkan kemajuan. Zaki masih terbaring tak sadarkan diri di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Pihak Humas BLU Transjakarta, Sri Ulina, menuturkan bahwa Zaki masih dipantau secara intensif oleh dokter di RSCM.

"Malam ini rencananya operasi," ucap Ulina, Senin (12/9/2011), saat dihubungi wartawan.

Ia menuturkan, kondisi Zaki belum stabil lantaran luka yang dialaminya cukup berat. Kepala Zaki terbentur bemper transjakarta yang saat itu melintas. Tubuh Zaki pun terpental sejauh 5 meter. Ulina menuturkan bahwa pihak operator akan membiayai operasi itu.

"Namun soal berapa bantuannya saya tidak tahu. Yang pasti pihak operator dan keluarga sudah ada di rumah sakit," ujarnya.

Ketika ditanyakan soal kecepatan transjakarta saat kecelakaan terjadi, Ulina mengungkapkan bahwa pramudinya telah melakukan tindakan sesuai prosedur.

"Kecepatannya 50 km/jam. Itu kecepatan rata-rata. Anak itu tertabrak karena hendak menyeberang tiba-tiba," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Zaki ditabrak transjakarta di kawasan Jalan Otistia, Kampung Melayu, Jakarta Timur, siang tadi sekitar pukul 12.15. Zaki tertabrak sesaat setelah turun dari angkutan umum, lalu menyeberang melalui separator busway.

Pada saat bersamaan, transjakarta yang dikemudikan Hendro Nababan melintas. Kepala bocah itu terbentur bemper transjakarta dan terpental sejauh lima meter. Polisi langsung mengamankan Hendro dari amuk massa. Dia segera dibawa petugas dengan mobil patroli ke Ditlantas Polda Metro Jaya.

Jalur transjakarta rawan

Ulina tidak menampik bahwa jalur transjakarta memang rawan kecelakaan. Pasalnya, masih banyak jalur yang bercampur dengan jalur kendaraan lain.

Koridor-koridor yang rawan, lanjut Ulina, yakni koridor VII (Kampung Rambutan-Kampung Melayu), koridor VI (Kuningan-Ragunan), dan koridor X (Cililitan-Tanjung Priok).

"Seperti di koridor VII itu kendalanya mixed traffic dan banyak u-turn. Jadi rawan terserempet," ungkap Ulina.

Sementara itu, di koridor X dan VI, kecelakaan yang terjadi disebabkan kurangnya disiplin para pengguna jalan. "Banyak warga yang masih suka menyerobot jalur atau sembarangan menyeberang. Kendalanya juga ada di perilaku mereka," kata Ulina.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau