34 Komputer E-KTP Belum Tiba

Kompas.com - 12/09/2011, 23:37 WIB

MALANG, KOMPAS.com — Hingga kini, realisasi program kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP) untuk Kota Malang masih belum jelas. Penyebabnya, sebanyak 34 komputer yang dijanjikan pemerintah pusat tak juga dikirim.

Hal tersebut disampaikan Rahman Nurmala, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kepala Dispendukcapil) Kota Malang, Senin (12/9/2011). "Pemerintah pusat janji meminjamkan komputer untuk mendukung pelayanan E-KTP. Namun, sampai saat ini kami tidak menerima kabar kapan komputer itu akan dikirim ke Kota Malang," katanya.

Sesuai kebijakan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), kata Rahman, ada alat tambahan satu komputer per 15.000 penduduk di tiap daerah. Berdasarkan perhitungannya, Kota Malang mendapat 34 komputer pinjaman untuk mendukung program E-KTP.

"Kami tidak tahu kapan barangnya akan datang. Belum ada pemberitahuan dari Depdagri (Kemdagri). Perangkat pinjaman ini berbeda dengan komputer yang harus ada di tiap kecamatan. Kalau untuk yang di kecamatan, sudah ada dua komputer dari pengadaan Pemerintah Kota Malang (Pemkot Malang) sendiri," katanya.

Hanya, katanya, hal itu masih harus menunggu petugas dari konsorsium yang ditunjuk oleh Kemdagri untuk melakukan instalasi perawatan komputer. "Dari 5 kecamatan, dalam waktu dekat ini, instalasi baru untuk Kecamatan Lowokwaru," ujarnya. Setelah itu baru kecamatan lainnya.

Rahman berharap persoalan di kota pendidikan ini secepatnya bisa dirampungkan. "Setelah tahap instalasi selesai, masih harus dilakukan upgrade software aplikasi. Jika tahapan ini selesai, maka E-KTP baru bisa diberlakukan," ucapnya.

Ditanya kapan target E-KTP untuk di Kota Malang bisa terealisasi, Dispendukcapil Kota Malang tak berani memberikan jadwal secara pasti. Rahman hanya menambahkan, peningkatan di bidang sumber daya manusia sudah dilakukan dalam hal bimbingan teknis (bimtek) kepada petugas operator.

Bimtek sudah digelar sejak pertengahan Agustus lalu. Pemkot Malang sendiri sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 825 juta dari APBD 2011 Kota Malang untuk mendukung program E-KTP. Adapun jumlah warga yang wajib E-KTP di kota yang dipimpin Peni Suparto itu sebanyak 677.000 jiwa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau