Krisis air

Warga Harapkan Mobilisasi Air Minum

Kompas.com - 13/09/2011, 01:59 WIB

PINRANG, KOMPAS.com — Kemarau panjang yang berdampak pada menurunnya debit air di Sungai Saddang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, ikut mempengaruhi pasokan air bersih yang diproduksi PDAM Tirta Sawitto.

Akibatnya, sebagian besar masyarakat di wilayah perkotaan kini kesulitan air bersih, utamanya untuk kebutuhan komsumsi. Warga berharap pemerintah setempat melakukan mobilisasi air minum secara bergilir untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

"Kami semakin kesulitan air. Kalau kemarin-kemarin masih bisa kami akali dengan membeli ke pihak swasta, sekarang yang jual air juga ikut kesulitan air," kata Ijja, warga Tosokko, Pinrang, Senin (12/11/2011).

Keluhan yang sama dikatakan Fatimang, warga Pacongang, Kecamatan Paleteang. Fatimang mengaku, sudah berapa pekan ini air di rumahnya tidak mengalir. "Air dari PDAM sudah berapa minggu ini tidak mengalir. Kalaupun ada air yang keluar dari keran, hanya sebatas menetes. Itu pun saat tengah malam," ucapnya.

Terpisah, anggota Komisi I DPRD Pinrang, Hasim Padu, mengatakan, permintaan warga yang mengharapkan tindakan nyata pemerintah tersebut seharusnya direalisasikan. Setidaknya untuk memenuhi kebutuhan minum dan masak warga.

"Pemerintah jangan hanya menyalahkan kondisi alam karena kebutuhan air minum warga adalah hal yang mendesak. Tunjukkan kepedulian kepada warga dengan melakukan mobilisasi air minum," ucapnya.

Namun, masyarakat di Dusun Pincara, Desa Pincara, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, masih beruntung. Meski bercampur lumpur, warga masih bisa mendapatkan air untuk kebutuhan MCK dan komsumsi air minum, yang didapatkan dari Sungai Lasape.

"Warga di sini rata-rata menggunakan sumur sebagai sumber kebutuhan air. Bagi yang mampu, biasanya tinggal beli air untuk kebutuhan minum dan masak yang harganya Rp 1.000 per tangkai," kata Rahim, warga setempat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau