Deputi I Bidang Sport dan Venue Panitia Penyelenggara SEA Games Indonesia (Inasoc) Djoko Pramono, di Jakarta, Senin (12/9), mengatakan, badan olahraga masing-masing negara peserta pesta olahraga Asia Tenggara mempertanyakan masalah kesiapan pendaftaran atlet secara online dan real time. ”Itulah sebabnya sistem teknologi informasi (TI) sangat mendesak saat ini,” katanya.
Djoko, yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia, mendesak pemerintah agar
Pelaksana Harian Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Djoko Pekik Irianto, di tempat terpisah, mengatakan, tak mungkin Kemenpora mempercepat pengadaan sistem TI seperti yang diminta Inasoc, yaitu 19 September.
Dia menjelaskan, saat ini proses tender masih dilakukan. Unit Layanan Pengadaan Kemenpora baru menjadwalkan, awal pekan depan, 21 September, pemenang tender akan diumumkan.
”Bila ada keinginan untuk penunjukan langsung, hal itu belum dimungkinkan karena dasar hukumnya belum ada. Perubahan keputusan presiden agar penunjukan langsung bisa dilakukan saat ini sedang dibahas,” katanya.
Dengan demikian, Djoko Pekik belum bisa memastikan waktu pasti sistem TI bisa digunakan oleh Inasoc. ”Saya berharap tepat waktu,” ujarnya.
Direktur Hubungan Antarkomite Olahraga Inasoc Abdul Rauf menjelaskan, apabila sistem TI untuk proses pendaftaran akhir dalam bentuk pengiriman data rinci setiap peserta (entry by name) belum tersedia, kemungkinan cara semimanual yang akan dipakai.
Pengiriman data atlet dilakukan melalui surat elektronik ke kotak surat elektronik milik Inasoc, dan dilanjutkan kompilasi secara manual. Proses pendataan itu akan dilakukan bertahap oleh sekitar 40 orang yang disewa khusus Inasoc. Sementara untuk pemrosesan data di Palembang, Inasoc menyiapkan 15 orang.
Abdul Rauf mengakui, dengan kondisi itu, pihaknya melakukan kerja dua kali. Idealnya, dengan pendaftaran secara online, proses yang dilakukan akan jauh lebih singkat.
Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Utama Senin kemarin memfasilitasi seluruh pengurus cabang olahraga yang akan dipertandingkan di SEA Games, 11-22 November 2011, untuk melakukan verifikasi data. Verifikasi meliputi pengecekan nama atlet dan ofisial, surat keputusan tim inti, serta pengisian formulir akreditasi sesuai paspor.
”Apabila data dan syarat pendaftaran lengkap, Satlak Prima Utama akan meneruskannya ke Komite Olimpiade Indonesia untuk pendaftaran entry by name ke Inasoc,” ujar Koordinator Cabang Terukur Satlak Prima Sebastian Hadi Wihardja.
Verifikasi itu dibagi berdasar kelompok cabang, yaitu cabang terukur, akurasi, bela diri, dan permainan.