Sistem TI Sangat Mendesak

Kompas.com - 13/09/2011, 05:22 WIB

jakarta, kompas - Pengadaan sistem teknologi informasi SEA Games XXVI/2011 untuk melayani pendaftaran entry by name sekitar 10.000 atlet dan ofisial sangat mendesak. Inasoc memastikan tidak mungkin melayani akreditasi secara manual.

Deputi I Bidang Sport dan Venue Panitia Penyelenggara SEA Games Indonesia (Inasoc) Djoko Pramono, di Jakarta, Senin (12/9), mengatakan, badan olahraga masing-masing negara peserta pesta olahraga Asia Tenggara mempertanyakan masalah kesiapan pendaftaran atlet secara online dan real time. ”Itulah sebabnya sistem teknologi informasi (TI) sangat mendesak saat ini,” katanya.

Djoko, yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia, mendesak pemerintah agar sistem TI bisa digunakan maksimal pada 19 September mendatang. ”Bila tidak, nanti kita yang akan disalahkan. Memakai cara manual pun tidak mungkin untuk melayani akreditasi 10.000 nama,” katanya.

Pelaksana Harian Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Djoko Pekik Irianto, di tempat terpisah, mengatakan, tak mungkin Kemenpora mempercepat pengadaan sistem TI seperti yang diminta Inasoc, yaitu 19 September.

Dia menjelaskan, saat ini proses tender masih dilakukan. Unit Layanan Pengadaan Kemenpora baru menjadwalkan, awal pekan depan, 21 September, pemenang tender akan diumumkan.

”Bila ada keinginan untuk penunjukan langsung, hal itu belum dimungkinkan karena dasar hukumnya belum ada. Perubahan keputusan presiden agar penunjukan langsung bisa dilakukan saat ini sedang dibahas,” katanya.

Dengan demikian, Djoko Pekik belum bisa memastikan waktu pasti sistem TI bisa digunakan oleh Inasoc. ”Saya berharap tepat waktu,” ujarnya.

Pendataan manual

Direktur Hubungan Antarkomite Olahraga Inasoc Abdul Rauf menjelaskan, apabila sistem TI untuk proses pendaftaran akhir dalam bentuk pengiriman data rinci setiap peserta (entry by name) belum tersedia, kemungkinan cara semimanual yang akan dipakai.

Pengiriman data atlet dilakukan melalui surat elektronik ke kotak surat elektronik milik Inasoc, dan dilanjutkan kompilasi secara manual. Proses pendataan itu akan dilakukan bertahap oleh sekitar 40 orang yang disewa khusus Inasoc. Sementara untuk pemrosesan data di Palembang, Inasoc menyiapkan 15 orang.

Abdul Rauf mengakui, dengan kondisi itu, pihaknya melakukan kerja dua kali. Idealnya, dengan pendaftaran secara online, proses yang dilakukan akan jauh lebih singkat.

Verifikasi data

Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Utama Senin kemarin memfasilitasi seluruh pengurus cabang olahraga yang akan dipertandingkan di SEA Games, 11-22 November 2011, untuk melakukan verifikasi data. Verifikasi meliputi pengecekan nama atlet dan ofisial, surat keputusan tim inti, serta pengisian formulir akreditasi sesuai paspor.

”Apabila data dan syarat pendaftaran lengkap, Satlak Prima Utama akan meneruskannya ke Komite Olimpiade Indonesia untuk pendaftaran entry by name ke Inasoc,” ujar Koordinator Cabang Terukur Satlak Prima Sebastian Hadi Wihardja.

Verifikasi itu dibagi berdasar kelompok cabang, yaitu cabang terukur, akurasi, bela diri, dan permainan. (MHD/HLN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau