Suasana Kota Ambon Berangsur Kondusif

Kompas.com - 13/09/2011, 07:41 WIB

AMBON, KOMPAS.com — Suasana Kota Ambon, Maluku, dua hari pasca-bentrokan warga, Selasa (13/9/2011), berangsur kondusif. Polisi dan TNI yang berjaga-jaga di sejumlah titik mampu meredam meluasnya bentrokan.

Namun, aktivitas di Kota Ambon belum sepenuhnya pulih. Pusat pertokoan di beberapa lokasi, seperti Ambon Plaza, Jalan Diponegoro, dan Jalan AM Sangaji, masih tutup. Sekolah dan perkantoran juga masih libur. Sejumlah jalan protokol di Kota Ambon tampak lengang.

Aparat keamanan masih terus berjaga di beberapa lokasi yang dianggap rentan terjadi bentrokan susulan. Sebanyak 100 anggota Batalyon 733-Raider Komando Daerah Militer (Kodam) XVI/Pattimura bersiaga di sepanjang Jalan Diponegoro dan Jalan AM Sangaji. Di lokasi tersebut terdapat Tugu Trikora yang menjadi salah satu titik bentrokan antarkelompok.

Di beberapa titik, seperti di kawasan Mangga Dua, Batu Gantung, Waringin, Waihaong, Batu Merah, dan Mardika, sudah tidak terlihat konsentrasi massa. Namun, aparat keamanan TNI masih terus bersiaga.

Beberapa ruas jalan yang ditutup warga telah dibuka kembali oleh aparat keamanan. Meski demikian, arus lalu lintas masih terlihat lengang karena warga umumnya memilih tinggal di rumah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau