Akio Toyoda Laporkan Komitmen Investasi ke Wapres

Kompas.com - 13/09/2011, 11:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.COM - CEO & President Director Toyota Motor Corp (TMC) Akio Toyoda dalam kunjungan ke Indonesia diterima Wakil Presiden Boediono di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (13/9), pukul 09.00 WIB. Dalam pertemuan berlangsung sekitar setengah jam, Akio menyampaikan dua hal, yakni terkait dengan perayaan 40 tahun keberadaan Toyota di Indonesia dan rencana ekspansi TMC di Indonesia.

Demikian disampaikan juru bicara wapres, Yopie Hidayat kepada wartawan. Ia mengatakan, Akio melaporkan kepada Wapres, Toyota akan melakukan ekspansi sarana produksi dengan investasi senilai 385 juta dolar AS atau sekitar 30 miliar yen. Investasi tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi toyota dari semula 110.000 mobil per tahun menjadi 200.000 mobil per tahun dengan menyerap sekitar 7.000 tenaga kerja.

Selain peningkatan produksi, menurut Yopie, Toyota juga akan memperluas jaringan distribusi untuk memperkuat penguasaan pasar. Untuk itu, investasi pada jaringan distribusi direncanakan sebesar Rp2,9 triliun. Investasi ini diperkirakan juga akan menyerap 7.000 tenaga kerja.

Ia menambahkan, adanya investasi untuk memperluas pembangunan pabrik ini juga akan meningkatkan permintaan kepada suplier. Peningkatan terhadap suplier tersebut diperkirakan akan mampu menyerap 1.000 tenaga kerja."Sehingga total tenaga kerja terserap 15.000 ribu orang," katanya.

Sementara saat dicegat wartawan seusai pertemuan dengan Wapres Boediono, Presiden Direktur Toyota Motor Corp tidak mau berkomentar. "Nanti saja ya, nanti saja," kata Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Dharmawan Danusasmita.

Dalam pertemuan dengan wapres tersebut, Akio Toyoda didampingi oleh Presiden Direktur Toyota Astra Motor Johnny Dharmawan dan Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Masahiro Nonami.

Sedangkan Wapres Boediono didampingi oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat, Sekretaris Wakil Presiden Mohammad Oemar, Deputi Seswapres Bidang Ekonomi Tirta Hidayat, Deputi Perencanaan Penanaman Modal BKPM Tamba Hutapea, Staf Khusus Wakil Presiden M Ikhsan dan Juru bicara Yopie Hidayat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau