PANGKAL PINANG, KOMPAS.com — Pendapatan PT Timah untuk tahun 2011 berpotensi tergerus Rp 40 miliar. Pengurangan itu dampak penguatan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.
Direktur Utama PT Timah Wachid Usman mengatakan, dalam anggaran 2011 diasumsikan nilai tukar Rp 9.000 per dollar AS. Namun, sepanjang tahun ini nilai tukar rata-rata Rp 8.500 per dollar AS.
"Pendapatan tahunan kami rata-rata 800 juta dollar AS," ujarnya di Pangkal Pinang, Selasa (13/9/2011).
Dengan pendapatan sebesar itu, potensi penurunan pendapatan emiten Bursa Efek Indonesia berkode TINS itu mencapai Rp 40 miliar. "Kami menjual dalam dollar AS. Sementara itu, belanja mayoritas dalam rupiah. Jadi, situasi ini agak dilematis bagi kami," ujarnya.
Namun, penurunan pendapatan itu tergolong kecil bagi BUMN tambang tersebut. Selama semester I-2011 saja, PT Timah membukukan pendapatan Rp 4,8 triliun atau naik 28 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Pendapatan sebesar itu melejitkan laba kotor perseroan dari Rp 689 miliar tahun lalu menjadi Rp 1,2 triliun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang