Pendapatan PT Timah Tergerus Rp 40 Miliar

Kompas.com - 13/09/2011, 12:39 WIB

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com — Pendapatan PT Timah untuk tahun 2011 berpotensi tergerus Rp 40 miliar. Pengurangan itu dampak penguatan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Direktur Utama PT Timah Wachid Usman mengatakan, dalam anggaran 2011 diasumsikan nilai tukar Rp 9.000 per dollar AS. Namun, sepanjang tahun ini nilai tukar rata-rata Rp 8.500 per dollar AS.

"Pendapatan tahunan kami rata-rata 800 juta dollar AS," ujarnya di Pangkal Pinang, Selasa (13/9/2011).

Dengan pendapatan sebesar itu, potensi penurunan pendapatan emiten Bursa Efek Indonesia berkode TINS itu mencapai Rp 40 miliar. "Kami menjual dalam dollar AS. Sementara itu, belanja mayoritas dalam rupiah. Jadi, situasi ini agak dilematis bagi kami," ujarnya.

Namun, penurunan pendapatan itu tergolong kecil bagi BUMN tambang tersebut. Selama semester I-2011 saja, PT Timah membukukan pendapatan Rp 4,8 triliun atau naik 28 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Pendapatan sebesar itu melejitkan laba kotor perseroan dari Rp 689 miliar tahun lalu menjadi Rp 1,2 triliun. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau