MERAUKE, KOMPAS.com- Setidaknya 90 kepala kampung di seluruh Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, sudah saatnya diganti. Mereka dinilai sudah tidak mampu lagi menjalankan tugas-tugasnya.
Demikian diungkapkan Kepala Badan Pemerintahan Kampung dan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Merauke Nicolaus Freddy Talubun dalam rapat kerja dengan DPRD Merauke di Merauke, Papua, Selasa (13/9/2011).
"Ada kepala kampung yang sudah menjabat 20 tahun. Ada lagi yang secara fisik sudah tidak mampu menjalankan tugas sehari-hari," kata Freddy.
Kepala-kepala kampung yang sudah harus diganti itu tidak lagi mampu memberdayakan kampung. Akibatnya, praktis hampir tidak ada kegiatan pemerintahan kampung yang berjalan. "Persoalan tidak hanya itu, banyak sekali kampung tidak memiliki sarana seperti kantor kampung, balai kampung. Sarana dan SDM minim," katanya.
Di Merauke terdapat 160 kampung. Para kepala kampung dipilih langsung oleh masyarakat. Diungkapkan dia, Pemkab Merauke telah menggelontorkan dana Rp 200 juta per kampung untuk pemberdayaan dan pembangunan kampung. Dana itu bagian dari rencana pemberian anggaran Rp 1 miliar per kampung per tahun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang