Honda "Recall" 26.496 Jazz di Negeri Kanguru

Kompas.com - 13/09/2011, 14:32 WIB

CANBERA, KOMPAS.com - Setelah Honda Indonesia mengumumkan memanggil untuk perbaikan (recall) 42.000 unit Jazz dan City di Indonesia, langkah serupa terjadi di Australia. Agen pemegang merek Honda di negeri kanguru menyampaikan perihal recall 26.496 Jazz produksi 2005 - 2007.

Aksi kampanye perbaikan ini disampaikan melalui situs resmi Komisi Kompetisi dan Konsumsi Australia (Australian Competition & Consumer Commission/ACCC) - semacam Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Indonesia. Alasan recall juga sama dengan Indonesia, yakni masalah tombol power window yang di sisi jendela pengemudi.

"Tombol power window pada sisi pengemudi didesain kurang sempurna, sehingga memicu terjadinya rembes dari cairan pembersih yang mengandung silikon. Ujungnya, jendela tak bisa dioperasikan dengan sempurna. Kontaminasi ini bisa menyebabkan tombol panas, berasap dan kasus terburuk terbakar," tulis Honda, seperti dilansir caradvice.com, hari ini (13/9).

Honda segera menghubungi konsumennya via surat sekaligus mengumumkan hal ini ke khalayak umum agar pengguna Jazz lawas bisa membawa mobilnya ke bengkel resmi terdekat. Berarti, selama 2011, Honda sudah melakukan kampanye perbaikan massal tiga kali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau