All Lies Set by Nazaruddin

Kompas.com - 13/09/2011, 14:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - The chairman of the Corruption Eradication Commission’s (KPK) ethics committee Abdullah Hehamahua stated lies mentioned by the suspect in the bribe case linked to the construction of an athletes’ dormitory for the upcoming SEA Games in Palembang, South Sumatra, Muhammad Nazaruddin probed by his committee.

At KPK building, here, Monday, Abdullah Hehamahua said Nazaruddin's testimonies are not relevant with the other witness' ones.

"He is doubter and liar," uttered him while explaining several lies made by Nazaruddin. The first lie, according to him, is when Nazaruddin mentioned his finance staff Yulianis was fired from Grup Permai, the main company beloning to Nazaruddin. However, Yulianis said she resigned from the company after working there for two months.

"Only for two months working there because of the threats from Nazar. Nazar ever threatened Yulianis not to resign from her position as vice finance director of Grup Permai," said Abdullah Hehamahua.

"Nazar threatened Yulianis eight times. Since she was afraid of her family under life threat that she decided to change her mind. Logically, since Yulianis knows well the performance of company's finance, she is considered of posing danger to confidential information of the company if she quits," said Abdullah.

The second lie, according to Abdullah, is when Nazaruddin said Yulianis is finance director of Grup Permai who was fully in charge of the company's finance. While Yulianis revealed it to the committee that she was just a vice finance director. Nazar's wife, Neneng Sri Wahyuni, holds the position as a finance director.

"She admitted of having been offered the position of finance director but she rejected it as she does not want to be the scape goat if something wrong happens."

The third lie is about the amount of money taken to the congress of ruling Democrat party in Bandung. "Yulianis said the amount of company money taken was Rp30 billion. While Nazar mentioned the amount was Rp50 billion as he claimed of knowing very well the finance of company," Abdullah added.

Besides that, Abdullah considered Nazaruddin lying about the scenario behind his runaway as the former treasurer of Democrat could not mention who set the scenario.

"When I asked who asked him to flee overseas, he just said someone did it without elaborating the details." Icha Rastika

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau