Wow, Menginap di Mesin Derek

Kompas.com - 13/09/2011, 16:53 WIB

KOMPAS.com - Anda tahu mesin derek yang biasa digunakan untuk konstruksi bangunan? Ternyata di Belanda, mesin derek berubah jadi hotel.

Mengoperasikan mesin berat memang bukanlah sebuah kegiatan yang ingin Anda lakukan di saat libur. Namun, bagi sebuah hotel yang memang unik itu, mesin derek dianggap dapat menambah nilai jual dari sisi pemandangan.

Tamu yang menginap di Harbour Crane Hotel di Harlingen, di bagian utara Belanda, akan berada di sebuah kamar yang dapat dirotasi 360 derajat. Kemampuan kamar untuk berputar itu membuat tamu dapat menikmati panorama menyeluruh dari Laut Wadden.

Mesin derek berumur sekitar 50-an tahun itu memiliki tinggi lebih dari 45 meter. Ini berarti, mesin derek tersebut lebih tinggi daripada gedung lima lantai. Walaupun usianya yang sudah lawas, mesin derek itu masih bekerja dengan baik.

Hanya saja, pengunjung tidak bisa mengangkat gelondongan. Memang, di masa kejayaannya, mesin derek itu biasa dioperasikan untuk mengangkat kayu batangan sampai ia pensiun di era tahun 90-an.

Kamar tersebut hanya bisa memuat dua orang. Jangan anggap remeh mesin derek lawas yang dirubah jadi kamar hotel itu. Sebab, kamar dilengkapi pengatur suhu yang dikontrol dengan komputer, lampu berteknologi canggih, tempat tidur berukuran king size, TV layar datar, dan akses elevator.

Sementara itu, sarapan dibawakan oleh pelayan hotel setiap pagi melalui lift khusus. Jika cuaca memungkinkan, tamu dapat berjemur di atap yang berbentuk teras untuk bersantai.

Hotel mini itu dikelola oleh pasangan suami-istri Carla Comello dan Willem Koornstra. Carla mengatakan tamu dapat memilih dengan bebas pemandangan yang mereka inginkan, entah itu panorama ke laut ataupun ke arah kota dan pelabuhan.

"Keduanya sangat spektakuler. Satu kursi, satu tuas, dan Anda bisa berputar 360 derajat dan putar dan putar terus! Anda seperti memanipulasi panorama, baik siang ataupun malam, sangat mengagumkan," ungkap Carla.

Sedangkan Willem menambahkan bahwa semua tamu hotel sangat menyukai pengalaman mereka saat menginap. Bagi mereka, lanjutnya, pengalaman tersebut sangat spesial dan mereka belum pernah melihat hotel yang serupa dengan Harbour Crane Hotel.

"Saat Anda melihat ke luar jendela, yang Anda lihat adalah laut dan laut. Seakan-akan Anda sedang mengambang di atas air," tuturnya.

Willem menceritakan asal usul mesin derek tersebut. Ia mengatakan sebelum dirubah menjadi hotel, mesin derek itu tadinya akan dihancurkan. Ia merasa bersyukur mengambil keputusan untuk merubah mesin derek tua menjadi kamar hotel.

"Sekarang saya melihat benda yang cantik itu dan saya senang benda itu masih bisa ada di sana karena keputusan kami," ungkapnya. Mesin derek tersebut dibangun pada tahun 1967 dan dijuluki "the spider".

Tamu yang ingin merasakan sensasi menginap di mesin derek perlu merogoh kocek agak dalam. Biayanya sekitar 260 poundsterling atau lebih dari 3,5 juta rupiah per malam.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau