Narkoba

Peralatan untuk Buat Sabu Diangkut Truk

Kompas.com - 13/09/2011, 22:36 WIB

BOGOR, KOMPAS.com - Selain mengamankan 15 orang, aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) juga menyita bahan baku dan peralatan membuat sabu dari komplotan jaringan narkoba internasional asal Taiwan.

"Dari 15 orang ditangkap, tiga sudah resmi statusnya sebagai tersangka. Sisanya masih dalam penyelidikan dan penyidikan. Kami punya waktu sebanyak enam hari untuk menahannya, untuk memastikan status hukumnya, sebagai tersangka atau tidak," kata Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Benny J Mamoto, di Bogor, Selasa (13/9/2011).

Orang-orang itu, tiga di antaranya perempuan, ditangkap di empat lokasi berbeda pada, secara serentak, pada Minggu sore lalu. Mereka ditangkap di kamar sewaan di Apartemen Mediterania dan Apartemen Riverside di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, serta di rumah kontrakan di Golf Mediterania I dan Mountai View Residence di Sentul City, Bogor.

Tiga yang resmi menjadi tersangka, semuanya laki-laki dan mengaku warga negara Taiwan, yakni A, AM, dan H. "Mereka sembunyi di lemari waktu kamar sewaanya di Apartemen Riverside digerebek," kata Benny Mamoto.

Bahan baku dan peralatan membuat sabu ditemukan di rumah kontrakan mereka di Sentul City. Barang-barang itu buatan luar negeri, Taiwan dan China.

Barang-barang itu terdiri atas:

1. Sabu cair dalam jerigen ukuran 20 liter.

2. Kristal sabu seberat 450 gram yang sedang proses pengeringan.

3. NAOH ukuran besar dengan berat sekitar 2 kilogram.

4. HCL dalam tujuh botor ukuran 2,5 liter.

5. Cairan xylene dalam jirigen ukuran 20 liter.

6. Tabung kaca berbetuk labu bulat ukuran 5liter dan 20 liter.

7. Reflux pendingin untuk memasak sabu.

8. Iodine dalam 53 botol ukuran 500 gram.

9. 18 bungkus pseouephedrine kristal dengan berat 19,6 kilogram.

10. Delapan botol bekas red phosphor.

11. Kertas penyaring ukuran besar dan kecil.

12. Pompa vacum dan coromg porselin untuk penyaringan.

13. Kipas pengering.

14. Etanol dalam 10 drum biru.

15. Tuas masak warna cokelat ukuran panjang dan besar.

16. Tungku masak dari besi ukuran besar.

17. Dua unit sistem pendingin berbentuk kotak.

18. Eether dalam 11 botol ukuran 600 ml yang masih tersimpan dalam bungkus kardusnya.

19. Dua ember warna biru dan satu ember warna merah muda, tempat proses penyaringan kristal sabu.

20. Tiga gelas ukur kimia ukuran sedang.

21. Dua gelas ukur kimia ukuran besar.

22. Tiga kardus berisi tabung gas kecil untuk kompor portabel dan satu kardus berisi kompornya.

23. Satu buah sprayer berisi cairan kimia.

24. Tumpukan botol kosong warna merah yang ditempatkan dalam satu kardus.

Dari dua lokasi ditemukan bahan baku dan peralatan itu, aparat mengangkutnya dengan menggunakan satu truk engkel, untuk dibawa ke kantor BNN di Cawang, Jakarta Timur. Itu pun tidak cukup, karena ada barang yang diangkut dengan mobil berbeda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau