Didatangkan dari Spanyol dengan uang pindah 38 juta poundsterling (sekitar Rp 532 miliar), Aguero memang bukan pemain yang murah. Nilai uang yang besar itu pun langsung dia buktikan dengan mencetak enam gol dari empat kali penampilannya bersama City, yang semuanya berakhir dengan kemenangan.
”Sangat menyenangkan bisa membuat tiga gol, tetapi yang terpenting adalah bahwa kami terus menang,” ungkap Aguero tetap merendah.
Sebagai pendatang baru di City, pemain bernama lengkap Sergio Leonel ”Kun” Aguero del Castillo itu memang tidak selayaknya menyombongkan diri. Dia bahkan harus terus berjuang untuk masuk barisan pemain yang dimainkan sejak kick off
(starter) karena Mancini punya barisan penyerang dan gelandang serang hebat, yaitu Carlos Tevez, David Silva, Mario Balotelli, Samir Nasri, dan Edin Dzeko.
Justru karena persaingan ketat itu, Diego Maradona meyakini, Aguero akan berkembang menjadi pemain yang benar-benar matang dengan kemampuan yang jauh lebih tinggi. ”Sekarang, Aguero bermain di tempat selayaknya dia berada,” papar legenda Argentina itu.
Sebagai pemain bintang Argentina, Aguero yang menikahi putri Maradona, Giannina, berada dalam bayang-bayang nama besar mertuanya itu. Akan tetapi, tantangan itu justru membuat Aguero bermental kuat dan bersemangat tinggi.
Aguero yang mulai bermain di klub divisi satu Argentina saat berusia 15 tahun 35 hari telah mematahkan rekor pemain termuda di divisi utama Argentina itu, yang sebelumnya dipegang Maradona.
Di tingkat internasional, Aguero mewakili tim nasional Argentina di bawah 20 tahun pada Piala Dunia FIFA U-20 pada 2005 dan 2007 dan memenangi keduanya. Dia juga menjadi bagian dari tim Argentina yang merebut medali emas pada Olimpiade 2008 Beijing. Bahkan, Aguero mencetak dua dari tiga gol kemenangan Argentina atas Brasil di semifinal.
Pemain kelahiran Qiulmes, Argentina, 2 Juni 1988, itu juga memiliki fisik lebih ”ideal” dibandingkan dengan mertuanya. Aguero memiliki tinggi 1,73 meter atau lebih tinggi 8 sentimeter dari Maradona.
”Kun” Aguero memulai karier sepak bola pada usia sembilan tahun dengan bergabung di tim yunior, Independiente. Dia mencetak gol pertama saat klubnya bermain seri 2-2 melawan Estudiantes de la Plata pada 26 November 2004. Sejak itu, Aguero terus menunjukkan bakat besar sebagai penyerang dengan kemampuan mengocek dan menendang bola yang terus semakin tinggi.
Kiprahnya di persepakbolaan Eropa dimulai pada 2006 dengan kepindahan dari klub lamanya, Independiente, ke Atletico Madrid dengan uang pindah 23 juta euro (sekitar Rp 276 miliar). Di klub Spanyol itulah, Aguero menunjukkan kelasnya sebagai penyerang berbahaya sekaligus produktif dengan mencetak 101 gol dari 234 penampilannya di klub tersebut.
Kepindahan Aguero ke City ditentang keras pendukung Atletico. Akan tetapi, Maradona sangat mendukung bahkan mendorong menantunya itu pindah. ”Sangat mencemaskan buat saya, dia bermain bertahun-tahun bagi Atletico Madrid dan untuk saat itu mereka hanya punya satu bintang dan tidak bisa berbuat banyak di Eropa,” tegas Maradona.
Pelatih City Roberto Mancini cukup lama mengamati Aguero dan sangat meyakini jika dia adalah salah satu pemain bola hebat di dunia. ”Dia berbeda dari Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo karena mereka adalah penyerang dan mencetak banyak gol, tetapi dia (Aguero) saya rasa sama seperti Xavi dan Andres Iniesta,” papar Mancini seperti dikutip Daily Express, Inggris.
Aguero dengan keyakinan tinggi menargetkan bisa mengangkat trofi pada tahun pertama di City. Dia pun langsung cocok dengan kawan-kawan barunya dan menikmati kebersamaan dengan mereka. ”Ini klub yang sedang tumbuh dan saya berharap bisa membantu saya tumbuh. Kami bisa tumbuh bersama,” ujarnya.
Sebagai menantu Maradona, Aguero tampaknya belajar banyak dari perjalanan karier mertuanya itu sehingga sejauh ini tidak pernah dikabarkan memiliki kebiasaan minum minuman keras ataupun menggunakan obat-obat terlarang.
Kehidupan rumah tangganya yang relatif tenteram bersama seorang putra, Benjamin, yang lahir 19 Februari 2009 di Madrid, membuat kehidupan pribadi Aguero tak banyak disorot media massa.
Dengan segenap kemampuannya, Aguero pun tidak lantas bersikap sombong. Dia justru siap ditempatkan sebagai penyerang pelapis (second striker), seperti yang kerap ia lakoni di Atletico.
Mantan pemain Argentina, Ossie Ardiles, menggambarkan Aguero memiliki karakter yang ulet, memiliki akselerasi yang cepat, dan kekuatan yang besar. Dia juga digambarkan sebagai pemain yang tajam dan cerdas, yang membuatnya sejajar dengan bintang Argentina saat ini, Lionel Messi.