AGUERO, Maradona City

Kompas.com - 14/09/2011, 05:20 WIB

Tiga gol yang disarangkan bintang baru Manchester City, Sergio ”Kun” Aguero, saat City melawan Wigan, pekan lalu, menunjukkan kualitas bintang pemain yang direkrut Roberto Mancini itu dari Atletico Madrid. Meski bermain dengan dua bintang City lainnya, David Silva dan Carlos Tevez, Aguero tidak canggung, bahkan tampil lebih menonjol daripada dua rekan setimnya itu. Aguero pun siap menyamai nama besar mertuanya, Diego Maradona.

Didatangkan dari Spanyol dengan uang pindah 38 juta poundsterling (sekitar Rp 532 miliar), Aguero memang bukan pemain yang murah. Nilai uang yang besar itu pun langsung dia buktikan dengan mencetak enam gol dari empat kali penampilannya bersama City, yang semuanya berakhir dengan kemenangan.

”Sangat menyenangkan bisa membuat tiga gol, tetapi yang terpenting adalah bahwa kami terus menang,” ungkap Aguero tetap merendah.

Sebagai pendatang baru di City, pemain bernama lengkap Sergio Leonel ”Kun” Aguero del Castillo itu memang tidak selayaknya menyombongkan diri. Dia bahkan harus terus berjuang untuk masuk barisan pemain yang dimainkan sejak kick off

(starter) karena Mancini punya barisan penyerang dan gelandang serang hebat, yaitu Carlos Tevez, David Silva, Mario Balotelli, Samir Nasri, dan Edin Dzeko.

Justru karena persaingan ketat itu, Diego Maradona meyakini, Aguero akan berkembang menjadi pemain yang benar-benar matang dengan kemampuan yang jauh lebih tinggi. ”Sekarang, Aguero bermain di tempat selayaknya dia berada,” papar legenda Argentina itu.

Bayang-bayang Maradona

Sebagai pemain bintang Argentina, Aguero yang menikahi putri Maradona, Giannina, berada dalam bayang-bayang nama besar mertuanya itu. Akan tetapi, tantangan itu justru membuat Aguero bermental kuat dan bersemangat tinggi.

Aguero yang mulai bermain di klub divisi satu Argentina saat berusia 15 tahun 35 hari telah mematahkan rekor pemain termuda di divisi utama Argentina itu, yang sebelumnya dipegang Maradona.

Di tingkat internasional, Aguero mewakili tim nasional Argentina di bawah 20 tahun pada Piala Dunia FIFA U-20 pada 2005 dan 2007 dan memenangi keduanya. Dia juga menjadi bagian dari tim Argentina yang merebut medali emas pada Olimpiade 2008 Beijing. Bahkan, Aguero mencetak dua dari tiga gol kemenangan Argentina atas Brasil di semifinal.

Pemain kelahiran Qiulmes, Argentina, 2 Juni 1988, itu juga memiliki fisik lebih ”ideal” dibandingkan dengan mertuanya. Aguero memiliki tinggi 1,73 meter atau lebih tinggi 8 sentimeter dari Maradona.

”Kun” Aguero memulai karier sepak bola pada usia sembilan tahun dengan bergabung di tim yunior, Independiente. Dia mencetak gol pertama saat klubnya bermain seri 2-2 melawan Estudiantes de la Plata pada 26 November 2004. Sejak itu, Aguero terus menunjukkan bakat besar sebagai penyerang dengan kemampuan mengocek dan menendang bola yang terus semakin tinggi.

Kiprahnya di persepakbolaan Eropa dimulai pada 2006 dengan kepindahan dari klub lamanya, Independiente, ke Atletico Madrid dengan uang pindah 23 juta euro (sekitar Rp 276 miliar). Di klub Spanyol itulah, Aguero menunjukkan kelasnya sebagai penyerang berbahaya sekaligus produktif dengan mencetak 101 gol dari 234 penampilannya di klub tersebut.

Kepindahan Aguero ke City ditentang keras pendukung Atletico. Akan tetapi, Maradona sangat mendukung bahkan mendorong menantunya itu pindah. ”Sangat mencemaskan buat saya, dia bermain bertahun-tahun bagi Atletico Madrid dan untuk saat itu mereka hanya punya satu bintang dan tidak bisa berbuat banyak di Eropa,” tegas Maradona.

Pelatih City Roberto Mancini cukup lama mengamati Aguero dan sangat meyakini jika dia adalah salah satu pemain bola hebat di dunia. ”Dia berbeda dari Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo karena mereka adalah penyerang dan mencetak banyak gol, tetapi dia (Aguero) saya rasa sama seperti Xavi dan Andres Iniesta,” papar Mancini seperti dikutip Daily Express, Inggris.

Aguero dengan keyakinan tinggi menargetkan bisa mengangkat trofi pada tahun pertama di City. Dia pun langsung cocok dengan kawan-kawan barunya dan menikmati kebersamaan dengan mereka. ”Ini klub yang sedang tumbuh dan saya berharap bisa membantu saya tumbuh. Kami bisa tumbuh bersama,” ujarnya.

Sebagai menantu Maradona, Aguero tampaknya belajar banyak dari perjalanan karier mertuanya itu sehingga sejauh ini tidak pernah dikabarkan memiliki kebiasaan minum minuman keras ataupun menggunakan obat-obat terlarang.

Kehidupan rumah tangganya yang relatif tenteram bersama seorang putra, Benjamin, yang lahir 19 Februari 2009 di Madrid, membuat kehidupan pribadi Aguero tak banyak disorot media massa.

Dengan segenap kemampuannya, Aguero pun tidak lantas bersikap sombong. Dia justru siap ditempatkan sebagai penyerang pelapis (second striker), seperti yang kerap ia lakoni di Atletico.

Mantan pemain Argentina, Ossie Ardiles, menggambarkan Aguero memiliki karakter yang ulet, memiliki akselerasi yang cepat, dan kekuatan yang besar. Dia juga digambarkan sebagai pemain yang tajam dan cerdas, yang membuatnya sejajar dengan bintang Argentina saat ini, Lionel Messi. (AP/AFP/Reuters/OKI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau