MESUJI, KOMPAS.com- Hampir sepekan pascapenggusuran pemukiman petani penggarap hutan di kawasan Pekat, Hutan Register 45, Mesuji, Lampung, ratusan warga di sana kini masih mengungsi di wilayah Moro-Moro, Mesuji.
Para pengungsi yang berjumlah sekitar 350 keluarga itu kini menumpang di kawasan pemukiman yang ada di sebelah kampung mereka yang telah dimusnahkan aparat dalam penertiban, 8 September lalu.
Sebanyak 50 keluarga tinggal di Sesat Agung Tuba, sementara 300 keluarga lainnya hidup seadanya di Moro-moro.
Dalam siaran persnya, Oki Hajiansyah dari Persatuan Petani Moro-Moro Way Serdang (PPMWS) mengatakan, warga Moro-Moro terbuka menampung para pengungsi ini karena alasan kemanusiaan dan perasaan senasib. Menurutnya, para pengungsi itu kini membutuhkan bantuan makanan dan minuman.
Pada 8 September lalu, 1.000 aparat terpadu menggusur 380 rumah warga di Kawasan Pekat. Para warga ini dianggap sebagai perambah hutan karena telah menempati kawasan hutan register yang hak pengelolaannya kini dipegang PT Silva Inhutani.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang