KOMPAS, GORONTALO.com- Pengunjuk rasa di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo menghadiahi darah dan ular kepada Ketua KPU Provinsi Gorontalo, Rabu (14/9/2011), di kantor KPU di Gorontalo. Lima pria bermandikan darah di hadapan Ketua KPU Gorontalo Salahudin Pakaya dan seorang pria lainnya memberikan seekor ular seukuran jari telunjuk orang dewasa.
Aksi tersebut merupakan kelanjutan dari unjuk rasa di kantor KPU yang dimulai sejak pukul 10.00 Wita. Menurut Jemy Nento, koordinator aksi, kado darah dan ular kepada KPU Gorontalo itu sebagai simbol agar pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo tidak menimbulkan perpecahan atau pertikaian seperti di daerah lain.
Adapun makna ular yang diberikan kepada Ketua KPU Gorontalo adalah agar KPU konsisten dengan segala keputusannya. "Ini bukan ancaman. Kami tidak mengancam siapa pun. Hanya, kami tak ingin pilkada di Gorontalo berjalan tidak tertib seperti di kebanyakan daerah lain. Kami juga ingatkan agar KPU Gorontalo konsisten, tidak meliuk-liuk sikapnya seperti ular," ujar Jemy.
Menurut salah satu pelaku yang bermandikan darah, darah tersebut adalah darah sapi dan kambing yang dicampur air. Ada 10 kantong plastik darah berukuran satu liter yang disiramkan ke seluruh tubuh mereka. Usai pemberian 'kado' itu, ratusan massa pengunjuk rasa membubarkan diri.
Unjuk rasa ini terkait proses tahapan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo. Pengunjuk rasa ini adalah massa pendukung pasangan bakal calon Danny Pomanto-Sofyan Puhi.
Teks Foto: Peserta unjuk rasa di halaman kantor KPU Provinsi Gorontalo bermandikan darah, Rabu (14/9), di Gorontalo.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang