Pilkada gorontalo

Darah dan Ular untuk KPU Gorontalo

Kompas.com - 14/09/2011, 13:50 WIB

KOMPAS, GORONTALO.com- Pengunjuk rasa di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo menghadiahi darah dan ular kepada Ketua KPU Provinsi Gorontalo, Rabu (14/9/2011), di kantor KPU di Gorontalo. Lima pria bermandikan darah di hadapan Ketua KPU Gorontalo Salahudin Pakaya dan seorang pria lainnya memberikan seekor ular seukuran jari telunjuk orang dewasa.

Aksi tersebut merupakan kelanjutan dari unjuk rasa di kantor KPU yang dimulai sejak pukul 10.00 Wita. Menurut Jemy Nento, koordinator aksi, kado darah dan ular kepada KPU Gorontalo itu sebagai simbol agar pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo tidak menimbulkan perpecahan atau pertikaian seperti di daerah lain.

Adapun makna ular yang diberikan kepada Ketua KPU Gorontalo adalah agar KPU konsisten dengan segala keputusannya. "Ini bukan ancaman. Kami tidak mengancam siapa pun. Hanya, kami tak ingin pilkada di Gorontalo berjalan tidak tertib seperti di kebanyakan daerah lain. Kami juga ingatkan agar KPU Gorontalo konsisten, tidak meliuk-liuk sikapnya seperti ular," ujar Jemy.

Menurut salah satu pelaku yang bermandikan darah, darah tersebut adalah darah sapi dan kambing yang dicampur air. Ada 10 kantong plastik darah berukuran satu liter yang disiramkan ke seluruh tubuh mereka. Usai pemberian 'kado' itu, ratusan massa pengunjuk rasa membubarkan diri.

Unjuk rasa ini terkait proses tahapan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo. Pengunjuk rasa ini adalah massa pendukung pasangan bakal calon Danny Pomanto-Sofyan Puhi.

Teks Foto: Peserta unjuk rasa di halaman kantor KPU Provinsi Gorontalo bermandikan darah, Rabu (14/9), di Gorontalo.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau