Kolesterol Tinggi Bisa Picu Alzheimer

Kompas.com - 14/09/2011, 14:58 WIB

KOMPAS.com - Penyakit Alzheimer merupakan salah satu bentuk demensia yang paling sering ditemukan. Risiko mengidap Alzheimer biasanya meningkat seiring dengan pertambahan usia. Tetapi sebuah studi terbaru menunjukkan, mereka yang memiliki kadar kolesterol tinggi berisiko mengalami Alzheimer.

Temuan yang dipublikasikan dalam Journal Neurology itu menunjukkan bahwa kadar kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer dengan menciptakan lebih banyak plak pada otak.

Namun, temuan ini tidak secara langsung membuktikan bahwa kolesterol tinggi dapat memicu penyakit Alzheimer atau  menurunnya kadar kolesterol berarti risiko Alzheimer akan berkurang. Peneliti juga tidak menemukan adanya hubungan antara kolesterol tinggi dengan plak kusut, yang menyumbat otak orang dengan penyakit Alzheimer.

Kensuke Sasaki, ahli neuropathology di Kyushu University, Jepang, mengatakan, temuan tersebut memperkuat penelitian sebelumnya yang menghubungkan resistensi insulin dengan penyakit Alzheimer. Seperti diketahui, mengontrol kadar kolesterol dan resistensi insulin, adalah pencegahan terbaik dari risiko penyakit jantung, "yang barangkali juga berkontribusi terhadap strategi pencegahan penyakit Alzheimer," kata Sasaki.

Menurut data Alzheimer Association, sekitar 5,4 juta orang Amerika memiliki penyakit Alzheimer, dan jumlah ini diperkirakan akan tumbuh menjadi 16 juta orang pada tahun 2050. Sampai saat ini belum ditemukan cara untuk mencegah Alzheimer atau menyembuhkannya.

Para peneliti telah memeriksa otak dari 147 relawan, (76 pria dan 71 perempuan) warga kota Jepang yang hidup pada tahun 1988 dan telah menjalani pemeriksaan klinis. Sekitar sepertiga dari mereka telah didiagnosis dengan demensia, meskipun mereka tidak menunjukkan tanda-tanda itu pada tahun 1988.

Hasilnya ditemukan, dibandingkan dengan kelompok orang-orang dengan kadar kolesterol rendah, mereka dengan kadar kolesterol tinggi lebih mungkin ditemukan protein didalam otak yang lebih dikenal sebagai plak sebesar 62 persen (kolesterol rendah) dan 86 persen (kolesterol tinggi).

Sementara itu, dr. Marc L. Gordon, kepala neurologi di Rumah Sakit Zucker Hillside, Glen Oaks, mengatakan, temuan ini sangat kredibel dan menarik. Hal ini menambah spekulasi yang sudah ada, di mana kadar kolesterol tinggi pada usia paruh baya, terutama yang disebut kolesterol "buruk", dapat meningkatkan risiko Alzheimer di kemudian hari, kata Gordon, yang juga peneliti soal Alzheimer di Feinstein Institute, Riset Medis.

Menurut Gordon, tidak diketahui secara jelas bagaimana kolesterol dapat membuat plak, meskipun kolesterol ditemukan dalam plak. Ada kemungkinan bahwa kolesterol tinggi dapat memicu proses lain yang menyebabkan Alzheimer atau sesuatu yang lainnya.

Gordon mencatat, kadar kolesterol tinggi dan obesitas tampak menurun pada orang yang memiliki demensia, meskipun hal itu mungkin ada hubungannya terkait perubahan dalam kebiasaan pola makan mereka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau