Mimpi Perempuan Lebih Liar daripada Laki-laki

Kompas.com - 14/09/2011, 16:01 WIB

KOMPAS.com — Perempuan sering disebut sebagai multitasker dan cenderung pemikir daripada kaum laki-laki. Sedangkan mimpi yang kita alami saat tidur sering kali berkaitan dengan apa yang kita alami sepanjang hari. Mungkinkah hal ini yang menyebabkan mimpi-mimpi kaum perempuan cenderung liar dan lebih bervariasi ketimbang laki-laki?

"Perempuan cenderung mengalami variasi mimpi yang lebih luas daripada laki-laki," ujar peneliti mimpi, Profesor Kelly Bulkeley, yang juga penulis buku Dreaming In The Classroom. "Perempuan lebih sering mengalami mimpi buruk, mimpi yang lebih emosional, lebih surealis, dan lebih sulit tidur."

Studi dari University of the West of England menunjukkan bahwa perubahan dalam suhu tubuh perempuan, yang disebabkan oleh siklus bulanan, adalah penyebab munculnya mimpi-mimpi yang bervariasi. Suhu tubuh meningkat setelah ovulasi dan menurun sesaat sebelum menstruasi. Perubahan hormon yang terjadi itulah yang memengaruhi mimpi-mimpi kita. Mimpi yang emosional, atau mimpi buruk, cenderung terjadi sebelum kita menstruasi.

"Perempuan yang mengalami pramenstruasi cenderung bermimpi lebih agresif, dan cenderung lebih mengingat mimpi-mimpinya," tutur pemimpin studi ini, Dr Jennie Parker.

Peneliti mencatat, ada lima jenis mimpi yang paling sering dialami perempuan, yaitu mimpi telanjang di depan umum, jatuh dari ketinggian, terbang, gigi tanggal, dan dikejar-kejar. Biasanya, mimpi dikejar-kejar atau jatuh ini sering membuat kita kelelahan. Mimpi dikejar-kejar, misalnya, biasanya bermakna bahwa kita sedang melarikan diri dari masalah, atau berusaha menyembunyikan sesuatu dari orang lain.

Kadar hormon juga meningkat saat kita hamil, di mana kondisi tidur kita lebih banyak dalam kondisi rapid eye movement (REM), yaitu saat aktivitas otak meningkat. Oleh karena itu, kehamilan juga menyebabkan munculnya mimpi-mimpi yang gamblang. Tahap-tahap akhir kehamilan juga kerap mengganggu tidur ibu hamil sehingga mereka cenderung mengingat apa yang mereka mimpikan.

Saat hamil, mimpi-mimpi kita banyak melibatkan binatang dan air, serta lebih sering mimpi buruk. Meski begitu, bukan hanya ibu hamil yang sering bermimpi buruk. Pada dasarnya, perempuan juga lebih sering bermimpi buruk daripada laki-laki. Hanya 19 persen dari pria yang mengalami mimpi buruk, sedangkan perempuan jumlahnya 30 persen.

Penelitian juga menunjukkan bahwa berfokus pada pikiran-pikiran yang penting akan mengaktifkan bagian otak yang terkait dengan memori. Karena itu, semakin dramatis mimpi Anda, akan tampak semakin berarti, dan Anda pun jadi lebih mudah mengingatnya. Sedangkan pria tidak begitu mudah mengingat mimpi-mimpinya.

"Itu karena perempuan lebih sering membicarakannya," ujar Bulkeley. "Sifat terbuka terhadap pengalaman baru, ekspresif, dan sensitif juga cenderung lebih tinggi pada perempuan, dan semua sifat tersebut berhubungan dengan pengingatan mimpi. Perempuan terlatih untuk lebih perhatian pada pengalaman emosional daripada pria, dan lebih bersedia mengungkapkan perasaannya pada orang lain."

Baca juga:
Mimpi Gigi Tanggal, Apa Artinya?
Apa Arti Mimpi Buruk Anda?
Mimpi Seksual Tidak Selalu Berarti Negatif

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau