JAKARTA, KOMPAS.com — Serikat Pekerja PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengancam akan melakukan aksi mogok apabila tuntutan kepada pemerintah untuk menurunkan tarif BBM industri tidak dipenuhi. Ketua DPP PT KAI Sri Nugroho mengatakan, aksi mogok menjadi langkah akhir dari SP KAI apabila tuntutan mereka tidak diakomodasi oleh pemerintah.
"Kami tunggu saja. Kalau tidak ada respons dari pemerintah, kami akan melakukan aksi. Aksi demonstrasi, kemudian jika tetap tidak dipenuhi, akan mogok," kata Sri kepada wartawan di Jakarta, Rabu (14/9/2011).
Ketua DPP SP PT KAI itu mengaku telah mengadu ke Kementerian ESDM dan Kementerian Perhubungan terkait dengan tuntutan penurunan harga BBM industri.
Harga BBM yang dikenakan ke KAI dianggap terlalu tinggi, yaitu Rp 9.000 per liter, atau lebih tinggi 100 persen dibandingkan dengan harga BBM truk barang, yaitu Rp 4.500 per liter. Dengan harga bahan bakar yang jauh lebih tinggi, angkutan kereta tidak bisa bersaing dengan truk barang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang