"Yang Enggak Nurut Arifin Panigoro Bakal Dilibas"

Kompas.com - 14/09/2011, 18:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komite Hukum PSSI, La Nyalla Mataliti, mengatakan, PSSI kini tengah didikte oleh satu sosok penting, yakni Arifin Panigoro. La Nyalla juga mengaku mendengar ancaman barangsiapa yang tak menuruti perintah Arifin, bakal dicopot jabatannya dari PSSI.

Ucapan La Nyalla terkait dengan kompetisi Liga Indonesia musim depan. Ada kesan kompetisi Liga Indonesia dibuat untuk mengakomodir klub-klub bentukan Arifin yang sebelumnya tergabung dalam Liga Primer Indonesia atau LPI.

Buktinya, ada beberapa klub yang merger dengan klub LPI. PSSI juga membuat format kompetisi menjadi dua wilayah. Menurut La Nyalla, hal ini jelas-jelas melanggar statuta. Keputusan-keputusan kontroversial tersebut dibuat PSSI dalam rapat Exco.

Sebagai Ketua Komite Hukum PSSI, La Nyalla berjanji bakal berjuang agar statuta ditegakkan kembali dan ia menolak adanya intervensi dari pihak luar.

"Saya enggak ada urusan sama Arifin Panigoro. Urusan saya sama masyarakat bola. Tanggung jawab saya (sebagai Komite Hukum PSSI) sama masyarakat Indonesia. Saya bukan dipilih Arifin Panigoro, tetapi dipilih oleh anggota PSSI," kata La Nyalla di kantor PSSI, Rabu (14/8/2011) sore.

"Yang saya dengar, katanya, yang enggak mau nurut sama Arifin Panigoro, bakal dilibas. Saya dilibas duluan enggak apa-apa. Saya enggak mau nurut sama dia. Saya hanya nurut statuta. Pokoknya, saya enggak mau," tambah pria yang juga menjabat sebagai pengurus pengprov Jawa Timur tersebut.

Isu yang santer di PSSI saat ini adalah kompetisi yang sebelumnya dijadwalkan akan dimulai pada 8 Oktober, bakal mundur sampai November mendatang. Menurut La Nyalla, hal ini tidak akan terjadi jika seandainya PSSI mempertahakan format kompetisi kepengurusan lama.

"Ini kan sebenarnya tinggal meneruskan program. Tapi, program-program yang sudah ada jangan didikte-dikte dari belakang, ini yang bikin rusak PSSI. Saya enggak akan nurut sama Arifin Panigoro," tuntas La Nyalla.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau