Seleksi KPK Bisa Berkali-Kali, Biaya Tak Masalah

Kompas.com - 14/09/2011, 23:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Keputusan pemerintah untuk tetap mengirimkan delapan nama calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ke Dewan Perwakilan Rakyat membawa konsekuensi, pimpinan KPK periode mendatang bisa memiliki akhir masa jabatan yang berbeda.

Busyro Muqoddas yang sudah terpilih tahun 2010 dan diputuskan Mahkamah Konstitusi punya masa jabatan empat tahun bakal mengakhiri jabatannya pada 2014 sementara empat orang pimpinan KPK yang bakal dipilih DPR tahun ini bakal mengakhiri masa jabatannya pada tahun 2015.

Dengan demikian, sangat mungkin pemilihan pimpinan KPK bisa berkali-kali, jika dalam perjalanannya ada pimpinan yang berhalangan tetap. Berhalangan tetap ini bisa karena meninggal dunia, atau menjadi tersangka hingga terdakwa perkara pidana.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar mengatakan, tak masalah seleksi pimpinan KPK dilakukan berkali-kali alias tak sekaligus memilih lima nama pimpinan dalam satu paket seleksi.

Bagi Patrialis, biaya pemilihan pimpinan KPK juga tak mahal-mahal amat jika dibandingkan dengan kepentingan bangsa yang lebih besar akan kebutuhan pemimpin lembaga pemberantasan korupsi.

"Waktu yang dulu (pemilihan Busyro Muqoddas) sekitar Rp 1,6 miliar, yang empat ini sekitar Rp 4 miliar. Itu pun belum selesai, masih kemungkinan bisa kurang, karena panitia seleksi bubar Desember. Enggak besar untuk ukuran kepentingan yang lebih besar," katanya.

Apakah pada tahun 2014 saat masa jabatan Busyro habis, pemerintah akan menggelar seleksi untuk memilih satu orang pimpinan KPK, Patrialis mengatakan, "Itu urusan pemerintah ke depan, terserah pemerintah nanti." 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau