Karawang, Kompas
Menteri Perindustrian MS Hidayat, di sela-sela pemasangan tiang pancang pertama pembangunan pabrik kedua Toyota di Karawang Barat, Jawa Barat, Rabu (14/9), mengatakan, ”Peningkatan investasi Toyota di Indonesia ini secara simbolis membuka mata dunia tentang iklim investasi dan regulasi penanaman modal di Indonesia, termasuk pemecahan berbagai masalahnya, sudah semakin baik.”
Pemasangan tiang pancang dilakukan Menteri Perindustrian MS Hidayat bersama Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yoshinori Katori, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Masahiro Nonami, serta Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan. Dalam peresmian pembangunan pabrik kedua senilai Rp 2,9 triliun tersebut, Toyota melibatkan berbagai klub Toyota Kijang yang mobil-mobilnya tertata rapi di sekitar area tiang pancang.
Hidayat menjelaskan, saat mendampingi Presiden untuk bertemu Presiden/CEO Toyota Manufacturing Corporation Akio Toyoda, Toyota diminta membuat rencana jangka panjang yang disesuaikan dengan rencana induk program percepatan pembangunan ekonomi Indonesia. Presiden meminta Toyota menjadikan Indonesia sebagai basis produksi otomotif di Asia Tenggara.
Namun, menurut Hidayat, investor Jepang juga memberikan catatan dibutuhkannya pelabuhan baru untuk mendukung kegiatan ekspor ke berbagai negara di Asia Tenggara dan Asia. Fasilitas pelabuhan yang lebih baik sangat dibutuhkan, bukan hanya untuk kegiatan ekspor, melainkan juga untuk jalur pendistribusian antarprovinsi.
Presiden Toyota Motor Asia Pasific Hiroji Onishi mengatakan, pembangunan pabrik kedua ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat posisi Toyota di industri otomotif Indonesia.
Pabrik ini akan menambah kapasitas produksi otomotif sebesar 70.000 unit per tahun sehingga total kapasitas produksi tahun 2013 ditargetkan mencapai 180.000 unit. Bahkan, apabila dilakukan penambahan waktu kerja, pabrik mampu mencapai produksi 200.000 unit per tahun.