Infrastruktur

Investasi Butuh Pelabuhan

Kompas.com - 15/09/2011, 04:47 WIB

Karawang, Kompas - Investasi dari luar negeri yang semakin meningkat, ditandai dengan berbagai seremonial pemasangan tiang pancang pertama, membutuhkan kecepatan penyediaan daya dukung infrastruktur. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun sudah diminta investor Jepang untuk mempercepat penyediaan infrastruktur, seperti pelabuhan.

Menteri Perindustrian MS Hidayat, di sela-sela pemasangan tiang pancang pertama pembangunan pabrik kedua Toyota di Karawang Barat, Jawa Barat, Rabu (14/9), mengatakan, ”Peningkatan investasi Toyota di Indonesia ini secara simbolis membuka mata dunia tentang iklim investasi dan regulasi penanaman modal di Indonesia, termasuk pemecahan berbagai masalahnya, sudah semakin baik.”

Pemasangan tiang pancang dilakukan Menteri Perindustrian MS Hidayat bersama Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yoshinori Katori, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Masahiro Nonami, serta Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan. Dalam peresmian pembangunan pabrik kedua senilai Rp 2,9 triliun tersebut, Toyota melibatkan berbagai klub Toyota Kijang yang mobil-mobilnya tertata rapi di sekitar area tiang pancang.

Hidayat menjelaskan, saat mendampingi Presiden untuk bertemu Presiden/CEO Toyota Manufacturing Corporation Akio Toyoda, Toyota diminta membuat rencana jangka panjang yang disesuaikan dengan rencana induk program percepatan pembangunan ekonomi Indonesia. Presiden meminta Toyota menjadikan Indonesia sebagai basis produksi otomotif di Asia Tenggara.

Namun, menurut Hidayat, investor Jepang juga memberikan catatan dibutuhkannya pelabuhan baru untuk mendukung kegiatan ekspor ke berbagai negara di Asia Tenggara dan Asia. Fasilitas pelabuhan yang lebih baik sangat dibutuhkan, bukan hanya untuk kegiatan ekspor, melainkan juga untuk jalur pendistribusian antarprovinsi.

Presiden Toyota Motor Asia Pasific Hiroji Onishi mengatakan, pembangunan pabrik kedua ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat posisi Toyota di industri otomotif Indonesia.

Pabrik ini akan menambah kapasitas produksi otomotif sebesar 70.000 unit per tahun sehingga total kapasitas produksi tahun 2013 ditargetkan mencapai 180.000 unit. Bahkan, apabila dilakukan penambahan waktu kerja, pabrik mampu mencapai produksi 200.000 unit per tahun.

(OSA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau