Wisata alor

Sepotong "Surga" di Tepian Batas Indonesia

Kompas.com - 15/09/2011, 09:01 WIB

KOMPAS.com - Jangan mengaku sudah menjelajahi pantai-pantai terindah di Indonesia jika Anda belum berkunjung ke Pantai Dulibala. Sepotong surga kecil di perbatasan antara Indonesia dengan Timor Leste itu berlokasi di Desa Elok, Kecamatan Alor Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pantai dengan keindahan warna gradasi hijau dan biru yang kontras dengan pasir putihnya ini. Penuh keelokan yang akan mengundang decak kagum dari pengunjung. Pesisir pantainya memanjang sekitar 1,5 kilometer yang dibatasi oleh perbukitan karang.

Salah satu objek yang menarik adalah perbukitan karang yang berlubang di tengahnya karena abrasi ombak sepanjang waktu. Masyarakat setempat biasa menyebutnya "batu lobang". Untuk menuju ke "batu lobang", pengunjung harus memanjat agar dapat mengitari bukit karang terjal.

Meskipun keindahannya cukup termasyhur di kalangan warga pesisir Alor Timur, pantai ini masih tergolong sangat sepi pengunjung. Hal itu disebabkan karena perjalanan menuju ke Dulibala harus melewati medan yang cukup sulit. Hanya kendaraan tertentu yang bisa sampai ke pantai ini.

Jika pengunjung berasal dari luar NTT, bisa merapat di dermaga Kalabahi atau jika menggunakan pesawat bisa mendarat di bandara Mali. Kalabahi adalah ibu kota Kabupaten Alor. Untuk menuju Kecamatan Alor Timur pengunjung harus melewati perjalanan darat selama 5 jam dengan panser atau oto penumpang hingga Desa Maritaing, ibu kota Kecamatan Alor Timur.

Dari Desa Maritaing, pengunjung masih harus melanjutkan perjalanan dengan medan perbukitan kapur yang terjal dengan motor atau mobil 4WD. Dibutuhkan sekitar 45 menit untuk mencapai Pantai Dulibala. Meskipun medan sulit, tetapi pengunjung akan termanjakan dengan pemandangan pantai dan padang ilalang di sepanjang jalan.

Medan perjalanan yang sangat sulit tersebut membuat hanya sedikit wisatawan yang mau mengunjungi objek wisata ini. Untuk menuju ke sana pun harus ada warga setempat yang menjadi pemandu perjalanan. Padahal pantai ini bisa menjadi sebuah objek wisata untuk menambah daftar kunjungan wisatawan perbatasan.

Yang lebih menarik, saat Kompas.com berkunjung ke pantai ini, warga sengaja membeli ikan langsung dari nelayan untuk dibakar di pantai. Ikan belo-belo adalah salah satu ikan khas daerah ini. Sedangkan untuk minuman, pengunjung bisa langsung mengambil dari sumur air tawar yang sangat segar dan bersih meskipun jaraknya hanya 15 meter dari pantai.

Karena jauh dari pemukiman penduduk, pantai ini juga memberikan perasaan damai dan tenang. Memberi pengunjung waktu untuk menikmati sensasi wisata perbatasan Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau