Hatta: Harga BBM Harus Dilihat dari Banyak Sisi

Kompas.com - 15/09/2011, 11:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyampaikan, perlu melihat dari banyak sisi dalam memperhitungkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Jadi, untuk memutuskan kenaikan harga BBM tidak bisa terburu-buru. "Ya, kalau kita di dalam melihat kenaikan (harga) BBM, tidak bisa hanya melihat sisi fiskal saja. Tapi harus kita lihat dari sisi makro dan sektor riilnya, (yaitu) seberapa jauh dampaknya terhadap inflasi, seberapa jauh dampaknya terhadap daya beli, (dan) seberapa jauh terhadap second wave dari inflation," ungkap Hatta, di DPR, Kamis (15/9/2011).

Menurut Hatta, terkadang penyesuaian tidak sesuai dengan kenaikan harga BBM yang seharusnya. Ia pun mencontohkan, salah satunya adalah kenaikan ongkos transportasi. "Secara teoritis, menaikkan (harga) BBM Rp x, maka seharusnya ongkos transpor naiknya 0,x. (Lalu) kalikan sekian, maka naiknya sekian. Itu juga pada kenyataan di lapangan, (kenaikan ongkos) jauh di atas itu," ujar dia.

Hal-hal seperti itu yang, menurutnya, harus diperhitungkan pemerintah. "Harus kita hitung semuanya. Jadi saya tidak ingin mengatakan terlebih dahulu (atau) terburu-buru soal (kenaikan harga BBM) seperti apa," tegas dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau