SHANGHAI, KOMPAS.com - Seratus perusahaan global ikut dalam pertemuan puncat bisnis internasional Bank HSBC (HSBC International Business Summit) di Shanghai, China, hari Kamis (15/9/2011) dan Jumat besok.
International Business Summit - China Connections ini juga dihadiri nasabah HSBC Indonesia yang banyak memiliki hubungan bisnis dengan China.
Siaran pers HSBC yang diterima hari Kamis di Jakarta menjelaskan, pertemuan bisnis ini akan fokus pada pembahasan isu seputar peluang bisnis di China sehubungan dengan dimulainya rencana pembangunan 5-tahun China untuk periode ke-12 (2011-2015).
Pertemuan ini juga menjadi ajang pertemuan kalangan bisnis dunia untuk saling mengenal dan menggali potensi bisnis untuk tujuan pengembangannya di perdagangan internasional Bisnis di China.
Rencana pembangunan China ini memaparkan haluan pembangunan ekonomi dan sosial negara untuk Tahun 2011-2015. Rencana ini juga menekankan pentingnya strategi untuk negara berkembang dengan antara lain, membuka keran investasi asing di bidang pertanian, memajukan industri teknologi tinggi yang melindungi lingkungan hidup, memberdayakan manufaktur dan pusat riset di kawasan pesisir.
Magnus Montan, Head of International Business, HSBC China mengatakan, rencana pembangunan 5 tahun China bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ke arah perekonomian negara yang lebih sustainable dan lebih ramah terhadap lingkungan. Sebagai bank asing terbesar di China, HSBC hadir untuk mendukung bisnis internasional untuk mencapai tujuannya di China, dengan menyediakan informasi penting mengenai tatanan bisnis di negeri itu serta menyediakan jasa keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
Kami yakin terhadap peluang untuk meningkatnya jumlah nasabah dan meningkatnya volume perdagangan antar-negara sampai 5 tahun ke depan hingga 2015.
"Hadirnya kalangan bisnis di ajang ini yang mewakili industri strategis seperti manufaktur tekonologi tinggi dan sektor bioteknologi diperkirakan akan memberikan kontribusi output senilai 4 triliun yuan atau sebanding dengan 36% tingkat pertumbuhan per tahun.
Menurut HSBC Global Research, Pemerintah China juga mentargetkan peningkatan kontribusi industri-industri ini terhadap PDB China sebesar 3 persen - 8 persen sampai 2015. Dengan demikian, industri berbasis konsumen juga berpotensi untuk mengembangkan bisnis pangan dan barang ritel.
Noel Quinn, Group General Manager and Regional Head of Commercial Banking, Asia Pacific mengatakan, sebagai Bank Internasional di Asia, yang berbasis di China, kami berkomitmen untuk menghubungkan nasabah kami di seluruh dunia dengan potensi pertumbuhan perdagangan dan bisnis internasional China.
Kami melihat bahwa secara umum terjadi peningkatan perdagangan internasional dengan China. Untuk semester pertama tahun ini, pertumbuhan referal untuk bisnis internasional HSBC sebesar dua pertiganya disumbangkan oleh China.
"Kami akan terus menyediakan layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah untuk mendukung bisnis dan ambisi global mereka"Untuk mendukung komitmen tersebut, HSBC akan mengembangkan layanan internasional untuk nasabahnya di China dengan menyediakan Country Desk yang menyediakan informasi pasar dan menghubungkan dengan nasabah HSBC di Amerika, Eropa, dan Amerika Latin.
Selain itu, HSBC juga akan menambahkan jumlah China Deskdi negara-negara di luar China yang menyediakan segala informasi pasar dan bisnis mengenai China. Dengan demikian, keterhubungan dapat berjalan secara dua arah.
Internasionalisasi RMB diharapkan akan membuka sirkulasi yuan sebagai mata uang global yang digunakan sebagai mata uang perdagangan internasional. Pada akhirnya, hal ini akan mendekatkan hubungan perdagangan internasional dengan China.
"Kami bahkan melihat peluang untuk offshore financing dalam mata uang yuan yang dapat digunakan perusahaan dalam mendanai rencana ekspansi bisnis mereka.Sebagai bank internasional yang mendukung internasionalisasi yuan, HSBC berada di posisi yang tepat dalam mendukung pertumbuhan bisnis di China serta menghubungkan negara-negara lainnya yang ingin memanfaatkan momentum pertumbuhan di China," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang