JAKARTA, KOMPAS.com - Tanpa upaya tambahan yang dilakukan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), produksi minyak Indonesia diperkirakan hanya sebesar 585.000 barrel per hari pada tahun 2012.
Atas dasar itu, pemerintah mendorong KKKS yang masih aktif berproduksi, untuk mencari solusi penambahan lifting.
"Tanpa extra effort (usaha ekstra), lifting akan jatuh ke level 585.000 barrel per hari tahun depan," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Kamis (15/9/2011), saat berbicara dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI.
Menurut Hatta, untuk mengejar target lifting 950.000 barrel per hari, beberapa KKKS besar telah memiliki program khusus.
Sebagai contoh, PT Chevron Pacific Indonesia memperkirakan akan ada tambahan sembilan sumur di Petapahan, tiga sumur horizontal Kotabatak, POFD Rindu Area-6, dan memaksimalkan kembali produksi dari kawasan Duri.
Lalu anak perusahaan Pertamina, Pertamina EP memaksimalkan tambahan sumur-sumur di Cilamaya Utara, Bunyu Nibung, North Kutai Lama, dan implementasi EOR.
Lalu Total Indonesia EP akan memaksimalkan lapangan Bakapai, Hendil, dan tambahan 10 sumur di akhir 2011. Adapun ConocoPhillips Blok B (Natuna), akan memberikan kontribusi dari pasokan kondensat dan menggenjot dari lapisan udang, serta meningkatkan produksi dari lapangan Belida.
Sementara Chevron Indonesia Co hanya menargetkan peningkatan produksi (dari work over dan infill drilling).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang