JAKARTA, KOMPAS
Pada pertandingan lain di Grup C, Jordania mengungguli Suriah, 71-58. Jumat ini, Indonesia bertanding di laga kedua melawan Suriah. Untuk sementara, Indonesia berada pada posisi terbawah di Grup C.
Pada pertandingan kemarin, tim Indonesia menurunkan starter Mario Wuysang, Xaverius Prawiro, Amin Prihantono, Ponsianus Indrawan, dan Rony Gunawan. Angka tim Indonesia memang selalu tertinggal sejak kuarter pertama. Namun, Indonesia sempat unggul dua poin, 22-20, pada kuarter kedua.
Sayang, hal itu hanya terjadi sekejap. Jepang menambah empat poin hingga menjadi 22-24. Forward Christian ”Dodo” Sitepu menghasilkan sembilan poin dan Andy ”Batam” Poedjakesuma menambah delapan poin.
Dari angka 22 itu, Indonesia hanya mampu menambah dua poin dan terkunci pada angka 24. Sebaliknya, tim Jepang terus menekan hingga angka berakhir 37-24 untuk keunggulan Jepang.
Pada kuarter ketiga, Jepang makin agresif hingga Indonesia kewalahan. Angka berakhir 61-39 untuk keunggulan Jepang. Sampai di sini, Andy Batam dan
Pelatih kepala tim Indonesia, Rastafari Horongbala, mengatakan, para pemain terus berupaya melempar bola. Namun, hal itu sia-sia jika tidak menghasilkan poin. ”Pemain sering memaksakan diri mencetak poin. Attempt (upaya melempar) mereka memang banyak. Tetapi, karena posisi shooting tidak bagus, bola tidak masuk,” papar Fari.
Menurut Fari, peran point guard sangat berpengaruh pada laga kali ini. Jika Mario Wuysang keluar, kekuatan tim menjadi timpang. Point guard lainnya, Faisal J Ahmad, saat ini kondisi fisiknya menurun.
”Mental juga berpengaruh. Pengalaman bertanding di level internasional menjadi kunci. Anak-anak seperti takut untuk drive, padahal sebenarnya bisa,” tutur Fari.
Menghadapi Suriah, menurut asisten pelatih, Fictor Roring, kuncinya rebound. ”Kita harus bisa memenangi rebound dan menjaga paint area meskipun berat karena badan pemain Suriah lebih tinggi daripada Jepang,” kata Ito, panggilan Fictor.
Sebanyak 16 negara mengikuti Kejuaraan FIBA Asia yang juga kualifikasi Olimpiade 2012 London ini.