Glenn Victor Diharap Raih Tiga Emas

Kompas.com - 16/09/2011, 08:52 WIB

SEMARANG, Kompas.com - Perenang nasional asal Jawa Barat, Glenn Victor, bakal menjadi andalan Indonesia pada SEA Games XXVI di Sumatera Selatan dan DKI Jakarta, 11-22 November 2011.     

Pelatih Kepala Pelatnas Cabang Olahraga Renang SEA Games, Hartadi Nurtjojo ketika dihubungi dari Semarang, Jumat, mengatakan, dari enam medali emas yang menjadi target Indonesia, Glenn diharapkan bisa meraih minimal tiga emas.     

Menurut Hartadi yang juga Ketua Harian Pengprov PRSI Jawa Tengah, sebenarnya Glenn bisa meraih lima emas tetapi dua nomor yang diikuti bersaing dengan perenang Indonesia sendiri yaitu Gede Siman Sudartawa.     

Tiga nomor yang diikuti Glenn dan diharapkan bisa menyumbangkan medali emas adalah 50 dan 100 meter gaya kupu. "Dia (Glenn Victor) bakal bersaing dengan perenang Singapura, Joseph Isaac Shooling dan Quy Phuoc Hoang (Vietnam)," katanya.     

Catatan waktu terbaik Glenn untuk nomor 50 meter gaya kupu adalah 00.24.65, sedangkan nomor 100 meter gaya kupu adalah 00.54.04 yang diraih saat tampil pada kejuaraan renang Singapura Terbuka.     

Kemudian dari nomor 4X100 meter gaya ganti perorangan putra bersama dengan Triadi Fauzi, Nicko Biondi, Indra Gunawan, M Idham Dasuki, dan Guntur Pratama Putra.      Pada SEA Games 2009 Laos, nomor ini berhasil meraih emas dengan catatan waktu 03.23.22. "Saingan kita untuk nomor ini datang dari Singapura yang memiliki formasi perenang yang lebih baik dibandingkan SEA Games 2009," katanya.     

Dua nomor yang diikuti Glenn Victor, lanjut dia, yaitu nomor 50 meter dan 100 meter gaya punggung sebenarnya juga berpeluang tetapi saingan berat justru datang dari rekannya sendiri, yaitu Gede Siman Sudartawa.     

Pada SEA Games 2009 Laos, Glenn berhasil meraih medali emas untuk nomor 100 meter gaya punggung dengan catatan waktu 00.56.16 kemudian pada kejuaraan Singapura Terbuka catatan waktunya 00.56.69.     

Catatan waktu ini, menurut dia, masih kalah dari perenang asal Bali, Gede Siman Sudartawa yaitu 00.55.99 yang diraih saat kejuaraan renang Singapura Terbuka beberapa waktu lalu.     

Kemudian pada nomor 50 meter gaya punggung juga bersaing dengan Siman Sudartawa. "Tetapi kita juga harus mewaspadai perenang Singapura, Zach Ong dan Rainer Ng," katanya.     

Satu medali emas lagi, lanjut dia, diharapkan dari nomor 50 meter gaya dada putra. "Kita memiliki dua perenang yang diandalkan pada nomor ini yaitu Indra Gunawan dan Nicko Biondi," katanya. 

Pada SEA Games 2009, perenang Sumatera Utara, Indra Gunawan berhasil meraih medali perak, tetapi Nicko Biondi mampu melampaui catatan waktu Indra 00.28.74 yang diraih saat tampil di kejuaraan renang Hongkong Open beberapa waktu lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau