Perombakan kabinet

Golkar: "Reshuffle" Sekarang atau Tidak Sama Sekali!

Kompas.com - 16/09/2011, 11:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono disarankan melakukan perubahan atau reshuffle susunan Kabinet Indonesia Bersatu II dalam waktu dekat. Jika tidak, Presiden sebaiknya tidak melakukan reshuffle hingga akhir jabatannya. Hal itu dikatakan Ketua DPP Partai Golkar yang juga menjabat Wakil Ketua DPR Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Priyo Budi Santoso, menanggapi adanya sinyal reshuffle dari Istana.

"Ini momentum terakhir yang dipunyai oleh beliau (Presiden) dari segi ketepatan waktu. Jika hari-hari ini, bulan-bulan ini tidak dilakukan reshuffle, semua serba terlambat. Saya sarankan tidak perlu ada reshuffle sampai akhir jabatan beliau karena sudah kehilangan momentum," kata Priyo, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (16/9/2011).

Menurut Priyo, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan perombakan karena publik tengah menyoroti kinerja kabinet. Apalagi, katanya, ada penilaian kurang baik terhadap menteri oleh Unit Kerja Presiden Pengawas Perencana Pembangunan (UKP4) yang dipimpin oleh Kuntoro Mangkusubroto.

"Ujung semua kabinet ini Presiden yang kena. Kalau beliau atas nama profesionalitas meningkatkan produktivitas dan efektivitas kinerja pemerintah melakukan reshuffle, itu adalah hak Presiden. Kami parlemen menyerahkan itu kepada Presiden manakala perlu reshuffle, evaluasi, geser-menggeser, atau teguran sehingga kinerja pemerintah sesuai semangat awal," jelas dia.

Ketika ditanya apakah dia melihat reshuffle akan terjadi, Priyo mengaku telah membaca sinyal yang disampaikan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa bahwa reshuffle memang akan terjadi.

"Pak Sudi bukan hanya Mensesneg, tapi Beliau dikenal sebagai menteri khusus karena kedekatan yang bisa menerjemahkan bahasa tubuh Pak SBY. Saya kira sinyal itu saya terperanjak. Ini bahasa yang terang benderang," pungkas Priyo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau