Rtrw

Sultra Juga Ingin Punya Kereta Api

Kompas.com - 16/09/2011, 15:18 WIB

KENDARI, KOMPAS.com — Provinsi Sulawesi Tenggara menyiapkan peta rencana jaringan kereta api (KA) pertama di wilayahnya. Rute utama yang diwacanakan menghubungkan Kota Kendari dan Kabupaten Kolaka.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sultra Dody Djalante, Jumat (16/9/2011), mengatakan, jaringan KA itu masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Pulau Sulawesi.

"Namun, ini untuk perencanaan jangka panjang. Jadi, jika di masa depan ada keinginan dan kemampuan untuk merealisasikan pembangunan jaringan KA, kami sudah siap," katanya.

Rute awal yang diprioritaskan adalah Kendari-Kolaka yang berjarak sekitar 150 km. Kedua wilayah itu dinilai memiliki kapasitas ekonomi yang potensial jika dihubungkan dengan KA.

Kota Kendari merupakan ibu kota Provinsi Sultra yang menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, dan jasa. Adapun Kolaka sebagai daerah yang kaya sumber daya pertambangan (nikel) dan perkebunan. Kolaka selama ini juga menjadi pintu gerbang Sultra dengan Sulawesi Selatan melalui penyeberangan laut.

Arus barang dan orang antara Sultra dan Sulsel banyak bertumpu di Kolaka. "Karena itu, jika nanti akan dibangun jaringan KA, kami memprioritaskan rute itu," kata Doddy.

Selain rute Kendari-Kolaka, ia mengatakan ada pula rencana rute Kendari-Poso (Sulawesi Tengah).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau