Pk antasari

Jaksa Agung Belum Panggil Cirus

Kompas.com - 16/09/2011, 18:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Terkait permintaan terpidana Antasari Azhar untuk menjadikan Jaksa nonaktif Cirus Sinaga sebagai saksi dalam sidang Peninjauan Kembali (PK) yang diajukannya, Jaksa Agung mengatakan pihaknya akan menunggu perkembangan.

Adapun mengenai sidang PK itu sendiri, Jaksa Agung menolak berkomentar karena dikhawatirkan bisa memengaruhi jalannya persidangan. "Sidang PK Antasari saat ini masih berlangsung. Saya tidak mau terlalu jauh berkomentar menyangkut masalah substansi, karena bisa menimbulkan bias," kata Jaksa Agung Basrief Arief Jumat (16/9/2011) di Jakarta.

Saat ditanya tentang permintaan Antasari untuk menghadirkan Jaksa Cirus Sinaga sebagai saksi, Basrief mengatakan, pihaknya akan menunggu perkembangan berikutnya.

Seperti diberitakan, pada persidangan PK di PN Jaksel Selasa (13/9) lalu, Antasari meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada persidangan dirinya di pengadilan tingkat pertama dihadirkan sebagai saksi. Jaksa tersebut di antaranya adalah Cirus Sinaga, Fadil Reagen dan Marolop Pandiangan.

Dalam sidang tersebut, Antasari Azhar dihukum 18 tahun penjara karena terbukti terlibat dalam pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Putra Rajawali Banjaran.

Menurut Antasari, mereka diperlukan sebagai saksi karena hingga sekarang, JPU tidak pernah menunjukkan izin pemeriksaan dirinya dari Jaksa Agung, padahal saat itu dia masih berstatus sebagai jaksa aktif meskipun juga menjabat Ketua KPK.

Mengenai tidak adanya izin Jaksa Agung untuk pemeriksaan Antasari, Basrief tidak menjawab langsung ada atau tidaknya izin tersebut. Ia hanya mengatakan, kasus ini sudah berkekuatan hukum tetap. "Faktanya, putusan ini sudah diterima oleh pengadilan baik tingkat pertama, banding maupun kasasi. Jadi kita lihat saja bagaimana kemungkinannya," ujar Basrief.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau