Pilkada gorontalo

Hasil Tes Kesehatan Dianulir

Kompas.com - 16/09/2011, 19:02 WIB

GORONTALO, KOMPAS.com Komisi Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo, Jumat (16/9/2011), menganulir hasil tes kesehatan bakal calon gubernur Gusnar Ismail yang saat ini masih menjabat Gubernur Gorontalo. Sebab, tes itu sudah dilaksanakan pada Kamis kemarin, sedangkan jadwal tes kesehatan oleh KPU resminya baru hari ini dan Sabtu besok.

"Karena ada protes dari banyak pihak, hasil tes kesehatan bakal calon gubernur Gusnar Ismail dianulir dan harus diulang kembali hari ini bersama pasangan bakal calon lainnya," ujar Ketua KPU Provinsi Gorontalo Salahudin Pakaya.

Salahudin menambahkan, sebenarnya masa tes kesehatan pasangan bakal calon pada 15-21 September 2011. Atas kesepakatan tim dokter pemeriksa kesehatan bakal calon, jadwal tes ditetapkan pada 16-17 September.

Gusnar meminta pemeriksaan lebih awal karena beralasan ada urusan pada hari pemeriksaan yang ditetapkan tim dokter dan KPU. Di hari pertama tes kesehatan diikuti tiga pasangan bakal calon, yaitu Gusnar Ismail-Tonny Uloli (petahana), David Bobihoe-Nelson Pomalingo, dan Rusli Habibie-Idris Rahim. Tes hari ini meliputi tes psikologi. Esok harinya, materi tes adalah tes fisik bakal calon.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau