Migas

Hatta Tak Setuju Ongkos Operasional Minyak Ditekan

Kompas.com - 16/09/2011, 19:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Memegang jabatan rangkap sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa merasa tidak bisa dibohongi soal perminyakan. Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah ongkos eksplorasi dan eksploitasi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) minyak dan gas yang diklaim pemerintah atau cost recovery.

"Jangan pernah berpikir cost recovery itu harus ditekan. Cost recovery adalah konsekuensi logis yang ingin meningkatkan produksi dan mempertahankan produksi. Yang tidak boleh itu, yang bukan menjadi cost recovery dibebankan menjadi recovery. Misalnya, itu biaya biasa. Itu, kan, biaya yang harus dibayarkan pemerintah dalam bentuk share kita, yakni 85 persen," tutur Hatta, Jumat (16/9/2011) di Jakarta.

Menurut Hatta, cost recovery itu adalah bagian dari investasi. Atas dasar itu, penggunaannya harus tepat.

"Saya takut kalian menganggap cost recovery itu bukan bagian dari investasi. Sebab, karena namanya cost, maka insting kita mengatakan harus ditekan. Kalo cost recovery bagian dari investasi, maka kita mengatakan dia harus tepat. Pola pikir harus kita ubah, recovery dalam hal investment," paparnya.

Hatta yang insinyur Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung angkatan 1973 ini sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara (2007-2009), Menteri Perhubungan (2004-2007), dan Menteri Negara Riset dan Teknologi (2001-2004).

Atas dasar itu, Hatta merasa dalam soal perminyakan jangan coba-coba membohonginya. Jadi, masalah teknik produksi minyak, target lifting, hingga cost recovery minyak dan gas sudah menjadi santapannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau