PAMEKASAN, KOMPAS.com — Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad menyegel lagi sebuah gudang garam impor milik PT Budiono Madura Bangun Persada, di Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Gudang itu diduga menyimpan garam impor sebanyak 21.000 ton.
Penggeledahan melibatkan aparat satuan polisi pamong praja, Jumat (16/9/2011) siang. Penggeledahan juga disaksikan Bupati Pamekasan Kholilurrahman, anggota Komisi IV DPR Ian Siagian, dan Wakil Ketua Komisi IV DPR Firman Subagio, serta beberapa pejabat kementerian kelautan dan perikanan (KKP) dan pejabat Bea dan Cukai.
Setelah dibongkar, di gudang itu tersimpan garam impor asal India dengan kualitas rendah. Fadel mengemukakan, masuknya garam impor asal India sangat menyakiti hati petani garam yang sedang panen. Kualitas garam itu juga terindikasi lebih rendah ketimbang kualitas garam rakyat.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman mengemukakan, "Ada indikasi garam itu baru dipindahkan ke gudang beberapa hari ini. Ini menimbulkan kejanggalan," ujarnya.
Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP Syahrin Abdurrahman mengemukakan, gudang garam itu sudah diawasi oleh aparatnya sejak pekan lalu. "Penahanan dilakukan agar tidak mengganggu panen garam rakyat yang kini sedang berlangsung," ujar Syahrin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang