Kompetisi Gunakan Format Satu Wilayah

Kompas.com - 16/09/2011, 23:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — PSSI akhirnya memutuskan menggunakan format satu wilayah untuk kompetisi liga profesional musim 2011-2012, atau sama dengan format kompetisi musim lalu. Keputusan itu diambil pada rapat Komite Eksekutif PSSI di Jakarta, Jumat (16/9/2011).

"Alhamdulillah sudah diputuskan satu wilayah dengan 18 klub. Untuk klub-klubnya, hal itu akan diverifikasi ulang," kata anggota Komite Eksekutif PSSI, La Nyalla Mattalitti, seperti dikutip dari Antara.

Sebelumnya PSSI melalui Ketua Komite Kompetisi Sihar Sitorus menegaskan bahwa format kompetisi akan dilaksanakan pada dua wilayah. Salah satu pertimbangannya adalah peserta liga profesional Level I membengkak menjadi 32 klub. Alasan lain, untuk efisiensi anggaran setelah klub profesional tidak lagi mendapatkan subsidi dari pemerintah atau APBD.

"Kami akan mengupayakan peserta kompetisi tertinggi adalah hasil kompetisi musim lalu (ISL)," kata anggota Komite Eksekutif PSSI Roberto Rouw.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin memiliki pandangan berbeda soal klub peserta kompetisi tertinggi. Menurut dia, verifikasi ketat akan dilakukan dan klub yang turun belum tentu berasal dari ISL.

"Hanya klub-klub yang mampu saja yang bisa turun di kompetisi tertinggi. Kompetisi saat ini kan tanpa APBD. Selain itu, harus bisa memenuhi persyaratan. Kami tidak ingin kompetisi berhenti di tengah jalan," katanya.

Menurut dia, dasar penggunaan format satu wilayah sama dengan kompetisi sebelumnya, antara lain sesuai dengan statuta PSSI dan hasil kongres Bali. Sesuai dengan rencana awal, pertandingan perdana kompetisi liga profesional akan dimulai pada 8 Oktober nanti. Pelaksanaan pertandingan perdana itu lebih cepat dibandingkan deadline dari Federasi Sepak Bola Asia atau AFC, yaitu 14 Oktober.

Meski belum semua jelas, PT Liga Prima Indonesia selaku pengelola kompetisi tertinggi di Tanah Air telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan penyedia layanan konten televisi asal Malaysia, yaitu Broadway Media, untuk menyiarkan kompetisi ini di Malaysia dan Brunei Darussalam.

Selain membahas format kompetisi, rapat Komite Eksekutif PSSI ini juga membahas semua permasalahan yang ada di tubuh federasi sepak bola Indonesia, termasuk timnas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau