JAKARTA, KOMPAS
”Mulai Oktober hingga berakhirnya SEA Games, saya menjadi supervisor atau direktur
Jika mengacu pelaksanaan cabang sepak bola SEA Games 2009, yakni tim-tim peserta dibagi ke dalam dua grup, kepastian apakah Riedl, selaku Direktur Timnas Laos, bakal jadi lawan Indonesia di SEA Games menunggu hasil
Di SEA Games 2009, Laos yang saat itu ditangani Riedl memukul Indonesia 2-0. Kekalahan saat PSSI dipimpin Nurdin Halid itu menjadi salah satu titik nadir pencapaian timnas sepak bola. Tidak lama setelah kekalahan itu, Riedl digaet PSSI melatih Indonesia. Dia membawa timnas ke final Piala AFF 2010.
Riedl mengungkapkan, dia akan resmi menandatangani kontrak dengan Federasi Sepak Bola Laos akhir Oktober. Riedl menyebutkan, nilai kontraknya sebagai direktur timnas Laos sama dengan nilai kontrak saat jadi pelatih Indonesia. Seperti pernah diungkapkan asistennya, Wolfgang Pikal, saat dikontrak PSSI pada era Nurdin Halid, Riedl
dibayar 15.000 dollar AS atau sekitar Rp 127,9 juta per bulan.
”Kehidupan di Laos, bagi saya, lebih baik daripada di Jakarta. Itu kota kecil yang tidak terlalu ramai,” ujar Riedl.
”Dalam hal olahraga, negara itu butuh waktu lama, sekitar 10-15 tahun, untuk mengejar ketertinggalan. Secara keolahragaan, Indonesia jauh lebih tinggi.”
Dia berpendapat, sepak Indonesia seharusnya fokus terlebih dahulu untuk menjadi nomor satu di Asia Tenggara. Jika itu tercapai, tahapan berikutnya mengejar ketertinggalan di Asia, lalu dunia. Namun, fokus tersebut sering kali terbentur pada ekspektasi publik yang terlalu tinggi.
Serahkan urusan ke FIFA
Terkait persoalannya dengan PSSI, ia menyatakan telah menyerahkan semuanya pada Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA). FIFA mengirimkan surat berisi permintaan penjelasan pada PSSI dengan menetapkan batas waktu 12 September lalu.
”Saya tidak ingin bertemu dan bicara dengan PSSI karena telah melaporkan perkara ini pada
Dalam jumpa pers itu, Riedl didampingi mantan Direktur