Kabut asap

Potensi Kebakaran di Kalteng Menurun

Kompas.com - 17/09/2011, 12:50 WIB

PALANGKARAYA, KOMPAS.com — Potensi kebakaran lahan dan hutan di Kalimantan Tengah menurun seiring berkurangnya titik panas atau hot spot. Rencana hujan buatan yang akan dilakukan siang hari ini diharapkan bisa semakin menekan kemungkinan kebakaran tersebut.

Menurut Petugas Bidang Deteksi Dini Manggala Agni Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng, Andreas Dody, di Palangkaraya, Kalteng, Sabtu (17/9/2011) hingga 15 September 2011, hot spot di Kalteng sebanyak 469 titik atau menurun dibandingkan dengan periode yang sama pada Agustus sekitar 540 titik.

Daerah dengan titik panas terbanyak bergeser dari Kabupaten Pulang Pisau pada Agustus lalu menjadi Kabupaten Seruyan pada September ini. Kondisi itu menunjukkan indikasi positif karena meski titik panas di Seruyan paling banyak, jumlahnya jauh lebih kecil daripada saat hot spot di Pulang Pisau mencapai puncaknya.

Pada 1-15 Agustus 2011, hot spot di Pulang Pisau mencapai 115 titik, sementara jumlah di Seruyan pada periode yang sama bulan September ini sebanyak 76 titik. "Mudah-mudahan dengan diadakannya hujan buatan, jumlah titik panas akan terus berkurang," ujar Dody.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau