PALANGKARAYA, KOMPAS.com — Potensi kebakaran lahan dan hutan di Kalimantan Tengah menurun seiring berkurangnya titik panas atau hot spot. Rencana hujan buatan yang akan dilakukan siang hari ini diharapkan bisa semakin menekan kemungkinan kebakaran tersebut.
Menurut Petugas Bidang Deteksi Dini Manggala Agni Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng, Andreas Dody, di Palangkaraya, Kalteng, Sabtu (17/9/2011) hingga 15 September 2011, hot spot di Kalteng sebanyak 469 titik atau menurun dibandingkan dengan periode yang sama pada Agustus sekitar 540 titik.
Daerah dengan titik panas terbanyak bergeser dari Kabupaten Pulang Pisau pada Agustus lalu menjadi Kabupaten Seruyan pada September ini. Kondisi itu menunjukkan indikasi positif karena meski titik panas di Seruyan paling banyak, jumlahnya jauh lebih kecil daripada saat hot spot di Pulang Pisau mencapai puncaknya.
Pada 1-15 Agustus 2011, hot spot di Pulang Pisau mencapai 115 titik, sementara jumlah di Seruyan pada periode yang sama bulan September ini sebanyak 76 titik. "Mudah-mudahan dengan diadakannya hujan buatan, jumlah titik panas akan terus berkurang," ujar Dody.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang