Bbm bersubsidi

Tangki Truk Ini Bisa Diisi 1.000 Liter

Kompas.com - 17/09/2011, 15:28 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com — Aparat Kepolisian Sektor Pontianak Kota, Kalimantan Barat, menangkap dua pengemudi truk dengan barang bukti 300 liter solar. Mereka ditangkap dengan dugaan penyalahgunaan bahan bakar bersubsidi karena ditemukan tangki berkapasitas 1.000 liter di dalam bak truk dilengkapi dengan mesin penyedot.

Kepala Kepolisian Sektor Pontianak Kota Ajun Komisaris Adrian Hirtajuda, Sabtu (17/9/2011), mengatakan, kedua tersangka ditangkap saat mengisi solar di SPBU Kota Baru, Pontianak, Selasa (23/9/2011).

"Mereka hendak jual solar yang mereka beli ke truk ekspedisi. Namun, kami akan gali lebih jauh informasinya karena justru pengemudi truk ekspedisi yang melaporkan ulah mereka," kata Adrian.

Indikasi penimbunan dan penyalahgunaan solar sangat kuat karena ditemukan tangki berkapasitas 1.000 liter yang dilengkapi mesin penyedot solar dari tangki truk. Apalagi, hampir setiap hari dikeluhkan langkanya solar di Kalbar.

Baharudin mengaku baru beberapa hari beroperasi. Setiap hari, Baharudin mendapatkan sekitar 400 liter solar hasil mengantre di beberapa SPBU. "Solar yang saya dapat, saya jual Rp 5.500 per liter karena banyak sopir malas mengantre," kata Baharudin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau