Puncak Cemoro Kandang Milik M Taufik

Kompas.com - 18/09/2011, 02:07 WIB

Karanganyar, Kompas - Muhammad Taufik dari tim Pengurus Provinsi Ikatan Sport Sepeda Indonesia DI Yogyakarta menjadi yang terdepan di puncak pendakian Cemoro Kandang, Cemoro Sewu, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (17/9), pada hari kedua Lomba Customs Cycling-United Bike seri II/2011. Rute pendakian dari Balaikota Solo menuju Cemoro Kandang sejauh 84,10 kilometer untuk kategori Men Elite itu ia selesaikan dalam waktu 3 jam, 10 menit, dan 57,061 detik.

Memanfaatkan kondisi lawannya, Edy Susanto (Pengprov ISSI Bali) yang tempo kayuhannya agak lamban di 500 meter sebelum finis, Taufik menambah kecepatan kayuhnya. Pebalap 24 tahun itu finis pertama.

Posisi kedua dihuni Edy yang finis dengan waktu 3 jam, 11 menit, dan 39,113 detik. Sementara Mohd Rauf Nur Misbah (Selangor, Malaysia) finis ketiga dalam waktu 3 jam, 12 menit, dan 03,494 detik. ”Tadi di 1 kilometer menjelang finis saya mampu menambah kecepatan hingga finis. Ini etape pendakian yang amat ekstrem,” ujar Taufik seusai lomba. 

Bagi Taufik, lomba ini menjadi persiapannya menjelang Tour d’Indonesia 2011 yang akan berlangsung awal Oktober. ”Setelah Lebaran, saya kurang latihan karena saya istirahat. Ini menjadi ajang latihan saya,” ujar pebalap andalan DI Yogyakarta itu.

Menurun  

Sementara itu, Edy Susanto mengatakan, ia finis kedua karena ia drop di 500 meter jelang finis. Awalnya, ia sudah memimpin di 2 kilometer menjelang finis. Meski berhasil dikejar oleh pebalap lain dan akhirnya bersaing ketat, Edy tetap ada di posisi terdepan. ”Tadi di 500 meter saya drop karena saya sudah habis-habisan, suplai makanan sudah habis,” ujarnya. 

Rute pendakian yang melewati perkebunan teh dan sayur-mayur di lereng Gunung Lawu dengan finis di puncak setinggi 1.830 meter di atas permukaan air laut itu juga akan menjadi salah satu rute yang dilombakan di Tour d’Indonesia 2011. 

Di kategori Men Yunior, melewati rute yang sama tetapi lebih pendek jaraknya, sejauh 47,40 meter, Aiman Cahyadi finis terdepan. Pebalap tim BBC Pessel itu finis dalam waktu 1 jam, 35 menit, dan 21,96 detik. 

Posisi kedua dihuni M Maskanu K dari tim Gilas Surabaya dengan waktu 1 jam, 37 menit, dan 20,83 detik. Posisi ketiga dihuni B Onky Setiawan dari Pengprov ISSI DIY dengan waktu 1 jam, 38 menit, dan 26,88 detik. 

Untuk kategori Women Elite, yang melombakan rute dengan jarak sama dengan Men Yunior, dimenangkan Nunung Sekarningsih dari tim Putra Perjuangan Bandung. Posisi kedua dihuni Sri Suyanti dari Pengprov ISSI Sukoharjo. Adapun posisi ketiga dihuni Wilhelmina dari tim Translibas Sidoarjo. 

Sofian Ruzian, Wakil Ketua Umum PB ISSI, yang hadir dalam kejuaraan tersebut, mengatakan, kejuaraan ini amat penting karena memberi kesempatan kepada pebalap pemula, yunior, dan elite untuk bersaing dan uji kemampuan. ”Dari lomba itu, akan muncul bibit-bibit baru pengganti pebalap senior sekarang,” ujarnya. (HLN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau