Karanganyar, Kompas -
Memanfaatkan kondisi lawannya, Edy Susanto (Pengprov ISSI Bali) yang tempo kayuhannya agak lamban di 500 meter sebelum finis, Taufik menambah kecepatan kayuhnya. Pebalap 24 tahun itu finis pertama.
Posisi kedua dihuni Edy yang finis dengan waktu 3 jam, 11 menit, dan 39,113 detik. Sementara Mohd Rauf Nur Misbah (Selangor, Malaysia) finis ketiga dalam waktu 3 jam, 12 menit, dan 03,494 detik. ”Tadi di 1 kilometer menjelang finis saya mampu menambah kecepatan hingga finis. Ini etape pendakian yang amat ekstrem,” ujar Taufik seusai lomba.
Bagi Taufik, lomba ini menjadi persiapannya menjelang Tour d’Indonesia 2011 yang akan berlangsung awal Oktober. ”Setelah Lebaran, saya kurang latihan karena saya istirahat. Ini menjadi ajang latihan saya,” ujar pebalap andalan DI Yogyakarta itu.
Sementara itu, Edy Susanto mengatakan, ia finis kedua karena ia drop di 500 meter jelang finis. Awalnya, ia sudah memimpin di 2 kilometer menjelang finis. Meski berhasil dikejar oleh pebalap lain dan akhirnya bersaing ketat, Edy tetap ada di posisi terdepan. ”Tadi di 500 meter saya drop karena saya sudah habis-habisan, suplai makanan sudah habis,” ujarnya.
Rute pendakian yang melewati perkebunan teh dan sayur-mayur di lereng Gunung Lawu dengan finis di puncak setinggi 1.830 meter di atas permukaan air laut itu juga akan menjadi salah satu rute yang dilombakan di Tour d’Indonesia 2011.
Di kategori Men Yunior, melewati rute yang sama tetapi lebih pendek jaraknya, sejauh 47,40 meter, Aiman Cahyadi finis terdepan. Pebalap tim BBC Pessel itu finis dalam waktu 1 jam, 35 menit, dan 21,96 detik.
Posisi kedua dihuni M Maskanu K dari tim Gilas Surabaya dengan waktu 1 jam, 37 menit, dan 20,83 detik. Posisi ketiga dihuni B Onky Setiawan dari Pengprov ISSI DIY dengan waktu 1 jam, 38 menit, dan 26,88 detik.
Untuk kategori Women Elite, yang melombakan rute dengan jarak sama dengan Men Yunior, dimenangkan Nunung Sekarningsih dari tim Putra Perjuangan Bandung. Posisi kedua dihuni Sri Suyanti dari Pengprov ISSI Sukoharjo. Adapun posisi ketiga dihuni Wilhelmina dari tim Translibas Sidoarjo.
Sofian Ruzian, Wakil Ketua Umum PB ISSI, yang hadir dalam kejuaraan tersebut, mengatakan, kejuaraan ini amat penting karena memberi kesempatan kepada pebalap pemula, yunior, dan elite untuk bersaing dan uji kemampuan. ”Dari lomba itu, akan muncul bibit-bibit baru pengganti pebalap senior sekarang,” ujarnya.